“Dan apabila dikatakan kepada mereka,’ janganlah berbuat kerusakan dibumi!’ mereka menjawab, ‘sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan’. Ingatlah , sesungguhnya mereka yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”
(QS11:2)
Mengadu
Kendatipun mentari kan bangun siang dengan sendu
Air masih selalu mengalir bila akar-akar itu tak terganggu
Hujan sudah bukan musim, mereka turun sering tak tepat waktu
Kita mengeluh, mengumpat, dan kita menggerutu
Padahal tangan-tanganlah yang mengundangnya begitu
“datanglah kapan saja, bumi ini cukup luas hanya untuk menampung airmu”
Tangan jail yang mencolek mata kawan makhluknya dengan berburu hidup yang mutu.
Ada dari sebagian kami Bangun lebih pagi
Dengan berteriak dan berlari menghindar diri dari kemarahan bumi
Matahari berjingkat bersorak menyemangati banjir ini
Dibalik tirai kasih Illahi mereka memuji bukan pada diri
Melainkan pada_Nya Sang illahi
Jadilah ini mimpi buruk si pemimpin bumi.
Ya,,, Rabby betapa kuberserah diri
Dari menghinakan diri ini dengan memalinkan wajah dariMu
Aku memng merayuMu untuk kubisa tetap berdiri diakhir hari
Supaya nanti aku masuk dalam daftar umat nabi
Ya,,, Rabby betapa kuberserah diri
Dari perlakuan terhadap semesta ini
Mereka yang selalu bertaawaf memujiMu kami usik lagi
Tak hendak sakiti, tapi ternyata memang semua tersakiti
Kini tinggal hari menanti, menanti kehancuran yang disesali
14 Okt 2010
Vidya Meutya Sabila
Waktu telah memupuk manusia menjadi hamba-hamba tuhan-tuhanya. Bukan waktu yang salah saat manusia bertuhan bukan pada Tuhan. Demi lambung yang terisi, tuhan-tuhan dibuat dalam diri dengan alasan tersendiri. Bila periuk tak juga terisi maka hati menjadi gelisah tak terperi, belum lagi untuk buah hati, malang menjadi nasib hari ini dan nanti.
Pada pagi hari saat mata adalah untuk membuka diri pada dunia yang harus dihadapi, khawatir muncul lagi sebagai reaksi bimbang yang belum pergi dari pikiran yang jauh saat tubuh belum terbaring dalam peristirahatan semalam. Kemudian mulailah mereka menyiangi akal mereka dengan sebuah pengertian dan pengetahuan baru yang harus dicari. Saat pertama mereka adalah hanya berburu dan meramu, mereka telah memulai sebuah keegoisan diri. Mematikan nafas mahluk lain untuk memenuhi hasrat lambung. Mengarahkan para pemilik rahim untuk mengolah hasil pembantaian mereka terhadap mahluk yang berkaki empat atau mahluk-mahluk yang terbang dan berenang. Tak pernah ada larangan untuk itu sebenarnya, hanya kemudian iblis telah membisikan sebuah hembusan nafas yang berisi kedirian lewat telinga dan bermuara didalam sekerat daging merah yang tersebut sebagai hati. Tak pernah ada larangan sesungguhnya karena itu, karena seperti para ikan sang perenang yang lebih banyak dari pada susunan bintang dilangit bumi seperti kata mullah Nasruddin.
Saat mereka mulai menegakan badan yang digambarkan seorang Darwin, saat itu pula hasrat lain dan dengan cara lain mulai melompat-lompat dalam pikiran mereka yang volume cairan dalam tempurung kepalanya semakin meningkat, seperti yang di jelaskan para arkelog. “Biarkan pembahasan ini tetap berlanjut tentang yang kumaksud,jangan menyelaku karena seorang Darwin”. Saat volume cairan didalam tempurung kepala mereka meningkat, perburuan tangan telah beranjak dengan segala bebetuan dan logam yang mereka lihat. Tetapi berinti sama :mematikan sasaran demi kelangsungan masa depan. Bayang-bayang pertikaian mulai menapak tentang hal menguasai seberapa besar atau luas kekuasaan domain. Kedamaian didapatkan dengan mengobarkan bara kebisingan, tak ada toleransi untuk yang bukan kawan.
Sang waktu terus menggulirkan bola salju dalam garis dimensi ruang. Mahluk bertempurung cairan yang menakutkan itupun semakin banyak, dan hal-hal anehpun semakin melejit-lejit didalamnya. Batu-batu dengan material-material bumi dicampurkan dan jadilah gedung-gedung yang tinggi. Tanah mulai langka, apalagi air. Kemudian mulai melintas dalam aliran-aliran pikiran untuk menjadikanya takan pernah habis,, dan jadilah seharusnya benda-benda atau bahkan air yang selelu berputar dari tanahtanah yang diukir (kendi dan teko)mulutperutdan tanah lagi hingga perut lagi. Katanya itu teknologi, yah sepertinya. Berdo’a kini telah menjadi orientasi,lagi. Setelah mempercayainya adalah hal bodoh yang dicemooh, hal aneh yang remeh, hal lucu yang rancu, dan mustahil menjadi wajar.
“alhamdulillah,kupikir tulisan ini udah cukup,,,” ucap Vidya setelah mengetik sebuah titik yang berarti selesai dalam beberapa susunan kalimatnya. Kemudian ia memejamkan matanya tak lebih dari lima menit untuk mengusir rasa-rasa tak nyaman. Sekarang yang terpikirkan Vidya adalah mengerjakan pe-er Fisikanya yang belum tersentuh sama sekali sejak dua hari yang lalu, padahal hari pengumpulanya tinggal sehari lagi. Nama mbah Kepler mulai ia sebut-sebut, tentang perputaran bumi. Susunan-susunan huruf yang tak wajar dan bukan kata mulai terangkai, membentangkan altar bagi deretan angka-angka yang ternolkan sejuta. Membedah rangkaian neuron dendrit dan segala unit yang terus bekerja demi terhentinya pena untuk menulis titik. Sensorik yang juga takk henti menyampaikan pesan-pesan dengan setia. Kemudian dalam satuan waktu yang terdiri dari yang diukur dengan seberapa kali sebuah jarum melingkar berputar atau berdetak, 3600 kali pemberhentian sesaat yang disebut dalam satu jam Vidya telah menyepakati pe-er fisikanya telah sampai ke garis finish. Namun ia sedikit ragu dan kembali menginterogasi susunan dan deret-deret simbol diatas kertas yang ia tuliskan “benarkah sudah posisimu disana hah ?” ia tampak sinting menanyakan pada simbol-simbol yang dilukis diatas kertasnya, Vidya tertawa sumringah, telah sepakat dan mempercayai cairan dalam tempurung kepalanya telah menyusun dengan rapih dan semestinya disetujui oleh banyak orang didunia yang menganutnya. “kurasa tidak akan ada masalah dengan bahasa dan sastra Indonesia besok” gumamnya melihat kembali daftar mata pelajaran unuk hari esok, sambil menganggug-angguk memorinya menghantarkan pada informasi dia sudah mengerjakan pe-er puisinya.
Masih ada saatu mata pelajaran untuk esok hari yang musti dipersiapkan, biologi. Dan saatu yang menjadi bab favoritnya untuk membuka buku biologinya, bab REPRODUKSI. Dengan jari-jarinya yang tak nampak panjang ia membuka-buka dan membolak-balikan bukunya sembari mengusap-usap pada beberapa gambar skematis, gambar sebuah bayi dalam rahim wanita yang mulai terbentuk dari nutfah yang bertemu ovumkemudian menjadi embrio dan berakhir menjadi janin. Matanya tiba-tiba terasa hangat dan justru basah, diatas pipinya yang sering disebut seperti ‘apem’ jenis jajanan tradisional yang tak ada rasa tapi tetap saja digemari pada masing-masing sisinya tergaris sebuah garis yang tak nampak nyata. “ya Alloh,,,lucunya,ajaib bisa ada kehidupan didalam kehidupan yang gelap” komentarnya demi melihat gambar-gambar janin itu. Dan kemudian ia berkata-kata lagi “oh ya,emang didalam rahim itu gelap yah? Apakah ada cahaya khusus yang ditaruh Tuhan didalamnya? Tapi kok kayaknya aku lupa,,” kemudian terlihat didahinya beberapa gurat melengkung, bibirnyapun tertutup rapat datar. Ia menjadi risau dengan pertanyaanya sendiri “apakah dulu dirahimm aku pernah bercakap-cakap engan Tuhabku? ok Kalau begitu aku sangat ingin kembali kesana atau sekedar dapat mengingatnya”. Kemudian terbit kembali dari balik bibirnya sebentuk senyum. Dia telah memerintahkan seluruh jaringan yang bertugas menerima dan mengantarkan pesan untuk menghentikan menyiram pipinya dengan air mata.
Dan lalu ia membuka diri untuk menyilahkan pemandangan pekat malam untuk menghiasi matanya dari atas atap rumahnya. Ia teringat lagi tentang mbah Keplernya. “Indahnya bila semua bisa kusukuri” gumamnya dalam hati. “oawh,,,,,” Vidya menguap lebar, tanda kalu tubuhnya ingin rehat. Namun teringat lagi akan pertempuranya esok hari dengan biologi, bukan bab reproduksi esook hari untuk jadi bahan diskusi, tapi ekosistem hayati, memang adakah ekosistem nonhayati kalau begitu?
Dalam satu jam yang ia sisihkan sejenak untuk buku biologinya, kini sudah menempati lokus-lokusnya masing-masing didalam organ yang berbentuk tak karuan didalam batok tempurung kepalanya. Bagaimana ia masih hafal dengan letak tiap-tiap kata-kata yang berarti pengetahuan didalam lokus otaknya. Hujan yang merupakan produk dari segala macam cairan yang terbentang diatas bumi luas yang dicium olaeh terik matahari. Air yang setelah dicium terik itu kemudian menggeliat manja dan adapula yang berdiri marah merasa terhina dan terus berlari keaarah awan yang sedang menonton pemandangan itu. Awan yang dengan senang hati menerima kedatangan air dari bumi yang hendak bertutur mengadukan perlakuan bumi ini dengan sukarela memberikan tumpangan baginya untuk bermigrasi, turunlah air kembali kebumi dengan nama baru air hujan.
Lagi-lagi air harus dibicarakan. Bagaimana tidak? Ia selalu hadir disetiap pembicaraan yang dengan niat sengaja padahal sedang tak ingin kubicarakan. Ia berada disekitar kita, berada bahkan lebih dekat dengan orang yang paling kita kasihi, dan bagaimana mungkin kita dapat berkasih jika kita tak ada dan tak dekat dengan air ini? Darah.oh, salah cerita, tak ada darah dalam pembahasan ekosisem yang sedang sedang Vidya baca. Air ini mengalir dalam pembuluh-pembuluh bumi yang terbagi-bagi dalam tiap gembur tanah yang tergaris oleh anakan-anakan sungai raksasa maupun kerdil didalam maupun diluar gelimpangan bebatuan besar, kecil, dan halus cokelat tanah. Kemudian air itu dengan perlahan meremebas dan naik kedalam pundak-pundak dan puncak-puncak pepohonan dan segala macam dedaunan. Air ini terus memberikan suplai hidup bagi pepohonan ini dan semakin lama membuat pohon-pohon itu semakin dekat,erat dan lekat memeluk bumi. Keeratan pelukan ini pula telah membuat bumi tersanjung dan tetap mempertahankan dan mengupayakan supaya pelukan sang pohon kan terus. Bumi pun semakin meras tumbuh dalam hatinya rasa cinta terhadap air yang memberikan pohon-pohon itu hidup. Mereka berpegangan tangan dan berpelukan erat. Namun setelah para tangan makelar kuburan datang dan menggulingkan pohon-pohon dan memaksanya untuk melepaskan pelukannya dengan para kekasihnya. Keterusan ini mulai meresahkan dan mennyakiti bagi air dan bumi. Ikatan mereka tak lagi kuat tanpa si pohon. Dan jadilah mereka tergelontor menyapu pelupuk mata bumi yang terhampar diatasnya kehidupan para manusia. Sibuklah manusia-manusia dengan bencana yang mereka bikin sendiri. Dan sibuklah mereka juga dengan saling menyalahkan.
Belum lagi selesai dengan bencana yang sedang melanda, mereka selalu dibayang-bayangi dengan wajah bumi di masa nanti yang pucat pasi oleh lumatan air yang meninggi akan perlahan menguburkan kaki-kaki, es-es dikutub mencair, oleh usaha mereka sendiri yang menghias langit dengan corak-corak hitam dan abu-abu dengan segenap polusi yang ditiup dari mulut-mulut cerobong asap dari pabrik-pabrik dan knalpot-knalpot kendaraan. Dan lagi-lagi air manjadi sasaran, ia sumpek dengan pencemaran yang mulai menutupi permukaanya hingga kedasar. Membuatnya terdesak dan semakin mati perlahan. Dan semakin kacau ekosistem. Dan semakin manusia-manusia telah mencoba bunuh diri dengan bersenang-senag memuaskan perut dan kelamin dari hasil menjual dan rumah mereka. Dan semakin itu hadir dalam tatanan yang sebetulnya tak pernah kita inginkan dalam kehidupan kita, kiamat global warming. Dan sudah Vidya rasa untuk mencukupkan penjelajahan dalam lokus-lokus didalam tempurung kepalanya, dan menutup malamnya dengan sebuah mantra “bismika allahumma amut wabismika ahya”.
Kamis, 02 Desember 2010
Senin, 29 November 2010
MELUPA
seakan baru saja terhantam sumsum dibelakang kepalaku
merambat menarik ulur saraf-sarafku
limbung lunglai diriku
aku bahagia segera melupamu
menerka bayang siapa dalam gulita itu,selalu kucoba
jatuhkanku dalam nestapa, selalu
karena duka nestapa itu datang bersamaan rinduku
bukan dirimu siapa, tapi,,, aku ini siapa?
Merajutku tentang mimpi-mimpi layak merpati
tak prenah oleng selalu sehati tanpa badai sehari
cukup rasanya
terlalu lama rindu ini bergemuruh dalam dadku yang asma, olehmu.
Kecupan terakir udara
kan berarti selamanya.
merambat menarik ulur saraf-sarafku
limbung lunglai diriku
aku bahagia segera melupamu
menerka bayang siapa dalam gulita itu,selalu kucoba
jatuhkanku dalam nestapa, selalu
karena duka nestapa itu datang bersamaan rinduku
bukan dirimu siapa, tapi,,, aku ini siapa?
Merajutku tentang mimpi-mimpi layak merpati
tak prenah oleng selalu sehati tanpa badai sehari
cukup rasanya
terlalu lama rindu ini bergemuruh dalam dadku yang asma, olehmu.
Kecupan terakir udara
kan berarti selamanya.
PENCARIAN
aku lelah dengan pencarian ini
bisa dan maukan bumi dan semesta beredar lebih cepat
untuk mengasihi hamba ini?
Ini hayalan yang kututupi dengan mimpi
yang nyatatnya tak mungkin menyapa asli
uh,,,
biarkan aku sejenak
merasakan dan menyilakan
deburan ombak melantun ditelingaku
hembusan angin berdesir ditiap rambut ditubuhku
putaran waktu menjadi jinak karena lelahku
indahnya senja melekat dilensaku
harumnya kuntum-kuntum bunga mekar merasuki hidungku
aku bersyukur pada Tuhanku
aku kembali pada kesadaranku
hidupku tak mau usang terbuang
tak mau bahagia itu terhalang bayang-bayang kegelisahan
dan aku kembali berputar dan berotasi.
bisa dan maukan bumi dan semesta beredar lebih cepat
untuk mengasihi hamba ini?
Ini hayalan yang kututupi dengan mimpi
yang nyatatnya tak mungkin menyapa asli
uh,,,
biarkan aku sejenak
merasakan dan menyilakan
deburan ombak melantun ditelingaku
hembusan angin berdesir ditiap rambut ditubuhku
putaran waktu menjadi jinak karena lelahku
indahnya senja melekat dilensaku
harumnya kuntum-kuntum bunga mekar merasuki hidungku
aku bersyukur pada Tuhanku
aku kembali pada kesadaranku
hidupku tak mau usang terbuang
tak mau bahagia itu terhalang bayang-bayang kegelisahan
dan aku kembali berputar dan berotasi.
Jumat, 29 Oktober 2010
PENGARUH IKLAN TERHADAP POLA KONSUMEN MASYARAKAT
BAB I PENDAHULUAN
I.A Latar Belakang
Dahulu orang dapat mengenal produk terbaru dari sebuah perusahaan hanya dari iklan lewat spanduk atau poster saja, namun kini banyak media yang dapat digunakan oleh produsen dalam kegiatanya mempromosikan produknya, seperti iklan lewat media massa cetak (seperti Koran, majalah, tabloid, dan lain-lain) dan juga media massa elektronik (TV, radio, internet). Perkembangan ini tentu saja sangat menguntungkan bagi banyak pihak, bukan hanya dari pihak pengusaha produk, tetapi juga dari pihak penyedia jasa periklanan tersebut, bahkan iklan-iklan ini dapat pula menguntungkan beberapa pihak (dalam hal ini masyarakat sebagai konsumen) yang memerlukan informasi tentang produk-produk terbaru. Dan yang terakhir disebutkan tadi memang terlalu berlebihan, karena memang kebanyakan orang-orang yang memakai dan menggunakan informasi iini hanya beberapa kalangan saja.
Iklan menjadi sangat penting bagi sebagian orang yang sudah terhegemoni dengan pola hidupnya sendiri, dimana mereka menjadi “budak-budak” nafsunya untuk memenuhi kebutuhan yang sesungguhnya hanya kebutuhan tersier saja. Dari kebiasaan ini kemudian muncul istilah baru yaitu budaya Konsumerisme. Perubahan pola hidup masyarakat akibat pengaruh budaya lain ini yang menjadi budaya baru merupakan kajian dalam ilmu Sosial yang menarik dan selalu dikaji, karena memang salah satu hal yang dikaji didalam ilmu Sosial adalah perubahan masyarakat.
I.B Rumusan Masalah
Iklan yang muncul tak terbendung di media massa baik media massa cetak maupun media massa elektronik dan atau digital dapat menjadi sebuah masalah baru dalam kehidupan masyarakat sosial, dimana ada banyak pengaruh yang muncul akibat dari tayangan-tayangan iklan ini, salah satunya pola konsumerisme pada masyarakat. Untuk menghindari pola konsumerisme pada masyarakat yang tak terkendali pada masyarakat ini, maka masyarakat perlu disadarkan untuk dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya. Artinya masyarakat harus sadar bahwasanya ada hal-hal yang tidak harus dimiliki, karena itu merupakan kebutuhan yang termasuk tersier. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwasanya pola konsumen ini pun berdasarkan kebutuhan zaman yang semakin maju, sehingga masyarakat memerlukan lebih banyak kebutuhan untuk mendukung kehidupanya sehari-hari.
I.C Tujuan Penulisan
Budaya konsumerisme yang sekarang telah banyak melekat pada masyarakat, bukan hanya pada kalangan menengah keatas tetapi juga terjadi pada kalangan menengah kebawah. Dimana pola konsumen masyarakat kemudian menjadi tidak wajar, karena banyak dari masyarakat yang memaksakan untuk terpenuhinya hasrat untuk memiliki dam menggunakan jasa yang yang baru muncul. Pola konsumerisme ini kemudian bisa saja menjadi masalah baru yang muncul dikalangan masyarakat kalangan menengah kebawah, dimana tingkat kesulitan untuk mendapatkan barang konsumsi atau jasa konsumsi lebih sulit untuk terpenuhi, sehingga dapat terjadi tindak criminal dan kejahatan dalam upaya memenuhi kebutuhan “tersier” tersebut.
Dari pengamatan tersebut maka kita perlu mengetahui fenomena apa yang terjadi di lingkungan masyarakat kita, sehingga kita menjadi orang yang peduli dengan masyarakat kita. Masyarakat kebanyakan tidak merasa bahwa mereka kini telah menjadi bagian buddaya baru, yaitu budaya konsumen. Tulisan ini sedikitnya menggambarkan tentang budaya konsumerisme akibat dari kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi, dan lebih khusus lagi oleh pengaruh iklan terhadap pola konsumen masyarakat ini. Sehingga dari gambaran umum ini kita dapat memberikan penilaian masing-masing terhadap budaya konsumerisme ini, apakah ini merupakan budaya yang patut kita perangi dan hindari atau kita hadapi.
BAB II PEMBAHASAN
II.A Konsumerisme pada Masyarakat
Konsumerisme yang sekarang telah menjadi gaya hidup atau lifestyle beberapa kalangan sejatinya merupakan pengaruh akibat majunya teknologi. Perilaku ingin selalu memiliki produk-produk terbaru yang sedang booming atau nge-trand yang dilihat dari media informasi seperti tv atau internet dan media massa lainya itupun dapat terjadi karena mengikuti perkembangan kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Dalam hal ini pun terdapat pola hubungan fungsionalisme yaitu masing-masing lakon memerankan perananya, dimana produsen membutuhkan konsumen sebagai pasar dan media massa sebagai media promosi, konsumen sebagai manusia yang perlu memenuhi kebutuhan hidaup, dan media massa yang perlu modal yang bisa diperoleh dari produsen. Pola timbal balik ini sangat tidak wajar jika kita kemudian menganggap bahwa pola konsumerisme adalah bagian dari penyimpangan sosial masyarakat. Jika dilihat dari teori mikro pula, ada banyak hal yang secara langsung teori makro tidak dapat menjelaskanya. Pola atau budaya konsumerisme dipandang sebagai budaya menyimpang manakala masyarakat memang telah berlebihan dalam menyikapi situasi yang terjadi di masyarakat. Ada orang-orang yang memenuhi hasrat ingin memiliki hanya untuk sekedar gaya atau untuk meningkatkan pandangan masyarakat tentang status sosial dimata masyarakat itu sendiri, ada yang memenuhi kebutuhanya memang benar-benar karena kebutuhan yang harus dipenuhi, dan ada pula yang hanya karena lapar mata, sehingga sering seseorang membeli barang yang sesungguhnya ia tidak membutuhkanya sama sekali, sehingga terkadang hal ini menimbulkan penyesalan.
Budaya konsumerisme ini sendiri kemudian memunculkan berbagai organisasi atau perkumpulan yang tidak formal dan bahkan jarang yang mengetahui keberadaanya alias hanya kalangan mereka sendirilah yang tahu akan organisasi atau perkumpulan itu. Perkumpulan-perkumpulan semacam ini biasanya bertujuan untuk mempermudah mendapatkan barang-barang yang diinginkan, seperti kolektor
Ada symbol-simbol yang digunakan sebagai symbol budaya konsumerisme, seperti Barbie sebagai salah satu simbol konsumerisme1. Dimana symbol ini mempresentasikan sebagai wanita feminis yang selalu memperhatikan penampilan dan gaya dalam kondisi situasi dan pekerjaan apapun, dan hal ini merupakan produk dari produsen seperti kosmetik,dan fashion. Tidak dapat menolak sepenuhnya tentang argument ini, karena memang kita ketahui bahwasanya Barbie adalah sebuah boneka perempuan yang mempresentasikan kecantikan seorang wanita. Barbie juga telah mampu membuat ukuran kecantikan bagi manusia nyata. Wanita yang cantik addalah wanita yang seperti Barbie, kaki yang jenjang, rambut panjang dan sehat, mata besar, kulit putih, bentuk payudara yang bagus, kulit mulus dan bersih. Orang-orang telah ter-mindset akan ide ini, akan ide tentang standard kecantikan seorang wanita. Sehingga hal ini secara sadar ataupun tidak telah mampu membuat masyarakat berusaha untuk mencapai mutu kecantikan ala Barbie. Pola konsumerisme yang terbentuk kemudian adalah, upaya mempertahankan kecantikan dan keremajaan kulit oleh wanita-wanita, dan perilaku usaha mempertahankan ini salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi produk-produk kecantikan dan produk-produk fashion, dan sepeerti operasi plastic. Sehingga muncul pula individu-individu heteroseksual yang selalu mempertegas penampilan dan eksistensi mereka.
Terlepas dari Barbie sebagai ikon budaya konsumerisme, konsumerisme itu sendiri adalah hal yang dianggap biasa dikalangan wanita, sehingga ada peristilahan “cewek matre”. Tapi hal ini sudah menjadi lumrah dikalangan masyarakat, bahwasanya memang itu sudah menjadi kebutuhan yang seakan primer, padahal pada hakekat pelajaran ekonomi yang dipelajari di bangku sekolah kebiasaan seperti itu merupakan kebiasaanpemenuhan kebutuhan yang sifatnya sekunder bahkan tersier. Dalam hubungan didalam masyarakat bahkan bisa muncul adanya gap atau jurang diantara individu manakala ada beberapa orang yang tak sepemahaman tentang penting atau tidak pentingnya mengonsumsi suatu barang. Seperti perilaku seseorang membeli hp tipe terbaru padahal hp-nya dan fitur-fitur di dalam hp-nya masih terbilang bagus dan baru, ada orang yang berpandangan dan beranggapan bahwa orang-orang semacam ini adalah orang-orang yang boros dan tidak berpikiran panjang, artinya ia hanya memenuhi hasrat sementara. Karena orang-orang yang sudah terhegemoni dengan kebiasaan mereka yang selalu memenuhi hasrat memperbarui benda-benda koleksinya itu, pada alam bawah sadarnya kemudian mereka memang terhegemoni, sehingga jika suatu saat hasrat untuk memiliki barang-barang baru itu muncul dan mereka belum atau meras tidak mampu untuk memilikinya, maka yang ada adalah rasa gelisah dan resah, karena hasrat mereka tidak terpenuhi ketika itu. Mereka akan selalu dihantui oleh bayang-bayang ingin memiliki yang tinggi, yang hal ini menjadi sebuah ketergantungan dan syndrome. Hal ini sedikit jarang terjadi pada kalangan menengah keatas, karena kebanyakan dari kalangan ini mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka dari yang primer, sekunder, bahkan kebutuhan yang tergolong pada kebutuhan tersier.
II. B Konsumerisme pada Kalangan Menengah Kebawah.
Gejala konsumerisme tidak hanya menimpa kalangan atas, tetapi juga menimpa pada kalangan menengah kebawah. Dimana masyarakat pada kalangan ini bisa menjadi sangat “menderita” manakala ia melihat pada tayangan tv atau media informasi lainya ada produk-produk terbaru yang kemudian mereka tidak dapat memenuhi hasrat untuk memiliki produk-produk tersebut. Dan akibat dari tidak terpenuhinya hasrat ini, kemudian bisa memunculkan masalah sosial baru (dalam pandangan teori makro) seperti tindak criminal dan kejahatan semisal pencurian. Tentunya gejala ini kemudian dipandang berbahaya(dalam pandangan teori makro) didalam lingkungan sosial masyarakat, karena tindak kejahatan dan criminal macam apapun akan dianggap atau di-judge sebagai teori menyimpang tanpa melihat alas an-alasan yang tepat dan sebenarnya.
Masyarakat yang tidak mampu mengendalikan perilaku yang dianggap menyimpang ini harus bersiap diri untuk tidak diterima didalam struktur sosial yang berlaku karena melakukan tindak criminal tersebut karena tindakan mereka diketahui masyarakat luas. Maka yang harus dilakukan adalah “sadar diri” agar tidak menginginkan hal-hal yang kiranya tidak atau susah untuk terpenuhi. Pula dalam masyarakat kalangan menengah kebawah ini dapat mempertegas gap dengan kalngan menengah keatas, karena dalam budaya dan kemampuan financial mereka berbeda.
II. C Bentuk Konsumerisme pada Anak-anak
Tak kalah menearik pembicaraan tentang konsumerisme pada kalangan anak-anak. Anak-anak sebagai korban atau bahkan pelaku konsumerisme memang melakukan tingkah atau poola ini, hanya saja kemudian ia bukan menjadi seseorang yang langsung menjadi pelaku, yaitu ada orang lain yang berperan penting yaitu orang tua sebagai sumber modal pemenuh kebutuhan. Anak-anak adalah objek yang sangat empuk bagi produsen barang-barang untuk anak-anak seperti mainan, snack, bubur, susu, biscuit, dan lain-lainya. Karena anak-anak adalah sesosok manusia yang mempunyai pola pikir yang belum terbentuk sempurna dan memiliki daya rasa ingin tahu(penasaran) yang lebih tinggi dibanding dengan manusia dewasa, sehingga anak-anak lebih mudah tertarik dengan tampilan yang menarik. Dunia anak-anak adalah dunia yang selalu menarik diperbincangkan, saat memperbincangkan dalam pembicaraan tentang konsumerismepun, mereka layak diperbincangkan. Konsumerisme pada anak-anak dapat kita lihat dari perilaku mereka yang selalu ingin memiliki apa-apa yang mereka tonton dalam tayangan tv, mereka akan merengek pada orang tuanya untuk dibelikan barang-barang yang diiklankan di tv. Bahkan karena memang mereka masih sangat polos dan belum mengerti apa-apa sepenuhnya, ketika mereka melihat iklan atau tayangan untuk orang dewasa merekapun ingin mencoba atau memilikinya, dan ini akan sangat membingungkan orang tua untuk menjelaskan hal yang sebenarnya kepada anak-anak mereka. Jadi peranan orang tua sebagai figure of controlling bagi anak-anaknya sangat penting untuk dimainkan, guna membentuk pola pikir anak-anak mereka menjadi orang yang lebih berpikir panjang ketika mereka menginginkan sesutatu.
Tidak menjadi larangan atau sebuah perilaku yang menyimpang sebenarnya konsumerisme itu, yang jelas adalah diposisi mana dan bagaimana kita berada dalam menyikapi majunya informasi dan berbagai pesatnya kemajuan teknologi. Karena ada saatnya memang kita tidak terlepas dari berbagai cecaran kebutuhan, pun anak-anak butuhan yang sebenarnya hanya kebutuhan tersier.
BAB III PENUTUP
III. A Kesimpulan
Kebutuhan manusia sekarang ini sangat fleksibel dan makin tidak terbatas, dimana kemajuan teknologipun menjadi suatu kebutuhan baru yang harus terpenuhi. Namun kemudian memang ada sebagian kalangan yang mengatasnamakan kebutuhan sebagai alasan untuk memiliki atau menginginkan sesuatu yang sedikit berlebihan. Sebenarnya hal ini sah-sah saja dilakukan oleh siapa saja, dan kapan saja. Hanya saja kita sekarang ini dituntut untuk cermat dalam mengonsumsi sesuatu produk, sehinggga tidak menjadi orang yang berbudaya konsumerism yang selalu ingin memiliki dan memenuhinya dengan pertimbangan yang terkadang kurang masuk akal dan sia-sia, sehingga tidak menimbulkan penyesalan yang mendalam karena telah melakukan tindakan yang kurang pertimbangan dan pemikiran yang matang. Namun juga tidak salah apabila mereka melakukan kebiasaan yang terbilang budaya konsumerisme karena kemampuan, namun alangkah lebih indah dan bijak apabila keinginan semacam itu tidak langsung dipenuhi namun lebih mempertimbangkan status sosial dimana masih banyak orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan diluar keinginan pemenuhan kebutuhan yang sekunder bahkan tersier.
Budaya konsumerisme tidaklah dipandang sebagai penyimpangan, karena memang ini merupakan perilaku individu yang diakibatkan pengaruh kemajuan teknologi, dan memang tidak dapat dipungkiri bahwasanya kita ini sekarang hidup di jaman yang lebih fleksibel dan heterogen, dimana semuanya akan lebih mungkin terjadi. Dalam teori mikro, budaya konsumerisme pada sebagian orang atau masyarakat adalah hal yang biasa dan bisa terjadi.
Pandangan terakhir adalah bagaimana kita sendiri memandang budaya konsumerisme yang secara sadar maupun tidak melekat pada diri kita. Kita perlu menjadi orang bijak yangselalu dapat mempertimbangkan dan memikirkan segala hal dengan cermat dan tepat, agar tidak menjadi orang yang egois dan menyesal.
III. B Kritik dan Saran
Dalam penulisan makalah ini penulis akui tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan, sehingga kritik yang membangun dari pembaca sangat saya harapkan dan butuhkan, bukan kritik yang menjatuhkan. Kritik yang menjatuhkan tidak saya tanggapi karena akan dapat mengurangi semangat belajar saya. Tidak hanya mengharap kritik yang membangun, tetapi juga saran guna memperbaiki kesalahan yang secara tidak sengaja ini.
PENGARUH IKLAN TERHADAP POLA KONSUMEN MASYARAKAT
Segala puji hanya milik Alloh SWT. Dialah Dzat yang telah memberikan nikmat yang tak terhitung, sehingga jika digambarkan banyaknya dengan nikmat-Nya yang ditulis dengan air laut sebagai tinta, langit sebagai kertas, dan batang pohon sebagai pena maka tidaklah cukup kenikmatan-kenikmatan itu kita tuliskan. Salah satu nikmat terbesar yang penulis rasakan adalah nikmat iman, sehat, dan kesempatan. Sehingga dengan nikmat ini saya dapat menyelesaikan tugas Ujian Akhir Semester(UAS) Bahasa Indonesia ini.
Terimakasih saya ucapkan pula untuk bagina Rasululla SAW, manusia sempurna yang telah menuntun jalan hidup kita sehingga sampailah cahaya Islam kepada kita. Semoga salawat dan salam selalu tercurah untuk beliau. Tidak lupa juga terima kasih juga saya sampaikan untuk kedua orang tua saya yang tidak pernah lelah untuk berharap dan berdo’a demi kebaikan saya, dan selalu mendukung dan member pertimbangan atas langkah-langkah yang hendak saya lakukan. Terima kasih tidak lupa saya sampaikan untuk saudara-saudara dan teman-teman yang selalu mendukung dan member warna dihidup saya.
Perkembangan teknologi yang pesat di era ini telah memudahkan kita dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi perkembangan teknologi di bidang komunikasi dan informasi yang semakin tak terbendung telah memudahkan kita dalam mendapatkan dan menerima informasi dari belahan bumi manapun. Kemajuan ini pula dimanfaatkan oleh para pelaku usaha atau kapitalis dalam memasarkan produknya. Smakin mudah kapitalis ini mempromosikan produk mereka kepada khalayak, seperti lewat media periklanan di televisi (TV), internet, dan atau lewat media massa cetak (Koran, majalah, tabloid, dan sejenisnya). Dalam memandang fenomena kemajuan teknologi ini (iklan lewat media massa) timbul pengaruh dalam kehidupan sosial masyarakat dewasa ini.
I.A Latar Belakang
Dahulu orang dapat mengenal produk terbaru dari sebuah perusahaan hanya dari iklan lewat spanduk atau poster saja, namun kini banyak media yang dapat digunakan oleh produsen dalam kegiatanya mempromosikan produknya, seperti iklan lewat media massa cetak (seperti Koran, majalah, tabloid, dan lain-lain) dan juga media massa elektronik (TV, radio, internet). Perkembangan ini tentu saja sangat menguntungkan bagi banyak pihak, bukan hanya dari pihak pengusaha produk, tetapi juga dari pihak penyedia jasa periklanan tersebut, bahkan iklan-iklan ini dapat pula menguntungkan beberapa pihak (dalam hal ini masyarakat sebagai konsumen) yang memerlukan informasi tentang produk-produk terbaru. Dan yang terakhir disebutkan tadi memang terlalu berlebihan, karena memang kebanyakan orang-orang yang memakai dan menggunakan informasi iini hanya beberapa kalangan saja.
Iklan menjadi sangat penting bagi sebagian orang yang sudah terhegemoni dengan pola hidupnya sendiri, dimana mereka menjadi “budak-budak” nafsunya untuk memenuhi kebutuhan yang sesungguhnya hanya kebutuhan tersier saja. Dari kebiasaan ini kemudian muncul istilah baru yaitu budaya Konsumerisme. Perubahan pola hidup masyarakat akibat pengaruh budaya lain ini yang menjadi budaya baru merupakan kajian dalam ilmu Sosial yang menarik dan selalu dikaji, karena memang salah satu hal yang dikaji didalam ilmu Sosial adalah perubahan masyarakat.
I.B Rumusan Masalah
Iklan yang muncul tak terbendung di media massa baik media massa cetak maupun media massa elektronik dan atau digital dapat menjadi sebuah masalah baru dalam kehidupan masyarakat sosial, dimana ada banyak pengaruh yang muncul akibat dari tayangan-tayangan iklan ini, salah satunya pola konsumerisme pada masyarakat. Untuk menghindari pola konsumerisme pada masyarakat yang tak terkendali pada masyarakat ini, maka masyarakat perlu disadarkan untuk dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya. Artinya masyarakat harus sadar bahwasanya ada hal-hal yang tidak harus dimiliki, karena itu merupakan kebutuhan yang termasuk tersier. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwasanya pola konsumen ini pun berdasarkan kebutuhan zaman yang semakin maju, sehingga masyarakat memerlukan lebih banyak kebutuhan untuk mendukung kehidupanya sehari-hari.
I.C Tujuan Penulisan
Budaya konsumerisme yang sekarang telah banyak melekat pada masyarakat, bukan hanya pada kalangan menengah keatas tetapi juga terjadi pada kalangan menengah kebawah. Dimana pola konsumen masyarakat kemudian menjadi tidak wajar, karena banyak dari masyarakat yang memaksakan untuk terpenuhinya hasrat untuk memiliki dam menggunakan jasa yang yang baru muncul. Pola konsumerisme ini kemudian bisa saja menjadi masalah baru yang muncul dikalangan masyarakat kalangan menengah kebawah, dimana tingkat kesulitan untuk mendapatkan barang konsumsi atau jasa konsumsi lebih sulit untuk terpenuhi, sehingga dapat terjadi tindak criminal dan kejahatan dalam upaya memenuhi kebutuhan “tersier” tersebut.
Dari pengamatan tersebut maka kita perlu mengetahui fenomena apa yang terjadi di lingkungan masyarakat kita, sehingga kita menjadi orang yang peduli dengan masyarakat kita. Masyarakat kebanyakan tidak merasa bahwa mereka kini telah menjadi bagian buddaya baru, yaitu budaya konsumen. Tulisan ini sedikitnya menggambarkan tentang budaya konsumerisme akibat dari kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi, dan lebih khusus lagi oleh pengaruh iklan terhadap pola konsumen masyarakat ini. Sehingga dari gambaran umum ini kita dapat memberikan penilaian masing-masing terhadap budaya konsumerisme ini, apakah ini merupakan budaya yang patut kita perangi dan hindari atau kita hadapi.
BAB II PEMBAHASAN
II.A Konsumerisme pada Masyarakat
Konsumerisme yang sekarang telah menjadi gaya hidup atau lifestyle beberapa kalangan sejatinya merupakan pengaruh akibat majunya teknologi. Perilaku ingin selalu memiliki produk-produk terbaru yang sedang booming atau nge-trand yang dilihat dari media informasi seperti tv atau internet dan media massa lainya itupun dapat terjadi karena mengikuti perkembangan kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Dalam hal ini pun terdapat pola hubungan fungsionalisme yaitu masing-masing lakon memerankan perananya, dimana produsen membutuhkan konsumen sebagai pasar dan media massa sebagai media promosi, konsumen sebagai manusia yang perlu memenuhi kebutuhan hidaup, dan media massa yang perlu modal yang bisa diperoleh dari produsen. Pola timbal balik ini sangat tidak wajar jika kita kemudian menganggap bahwa pola konsumerisme adalah bagian dari penyimpangan sosial masyarakat. Jika dilihat dari teori mikro pula, ada banyak hal yang secara langsung teori makro tidak dapat menjelaskanya. Pola atau budaya konsumerisme dipandang sebagai budaya menyimpang manakala masyarakat memang telah berlebihan dalam menyikapi situasi yang terjadi di masyarakat. Ada orang-orang yang memenuhi hasrat ingin memiliki hanya untuk sekedar gaya atau untuk meningkatkan pandangan masyarakat tentang status sosial dimata masyarakat itu sendiri, ada yang memenuhi kebutuhanya memang benar-benar karena kebutuhan yang harus dipenuhi, dan ada pula yang hanya karena lapar mata, sehingga sering seseorang membeli barang yang sesungguhnya ia tidak membutuhkanya sama sekali, sehingga terkadang hal ini menimbulkan penyesalan.
Budaya konsumerisme ini sendiri kemudian memunculkan berbagai organisasi atau perkumpulan yang tidak formal dan bahkan jarang yang mengetahui keberadaanya alias hanya kalangan mereka sendirilah yang tahu akan organisasi atau perkumpulan itu. Perkumpulan-perkumpulan semacam ini biasanya bertujuan untuk mempermudah mendapatkan barang-barang yang diinginkan, seperti kolektor
Ada symbol-simbol yang digunakan sebagai symbol budaya konsumerisme, seperti Barbie sebagai salah satu simbol konsumerisme1. Dimana symbol ini mempresentasikan sebagai wanita feminis yang selalu memperhatikan penampilan dan gaya dalam kondisi situasi dan pekerjaan apapun, dan hal ini merupakan produk dari produsen seperti kosmetik,dan fashion. Tidak dapat menolak sepenuhnya tentang argument ini, karena memang kita ketahui bahwasanya Barbie adalah sebuah boneka perempuan yang mempresentasikan kecantikan seorang wanita. Barbie juga telah mampu membuat ukuran kecantikan bagi manusia nyata. Wanita yang cantik addalah wanita yang seperti Barbie, kaki yang jenjang, rambut panjang dan sehat, mata besar, kulit putih, bentuk payudara yang bagus, kulit mulus dan bersih. Orang-orang telah ter-mindset akan ide ini, akan ide tentang standard kecantikan seorang wanita. Sehingga hal ini secara sadar ataupun tidak telah mampu membuat masyarakat berusaha untuk mencapai mutu kecantikan ala Barbie. Pola konsumerisme yang terbentuk kemudian adalah, upaya mempertahankan kecantikan dan keremajaan kulit oleh wanita-wanita, dan perilaku usaha mempertahankan ini salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi produk-produk kecantikan dan produk-produk fashion, dan sepeerti operasi plastic. Sehingga muncul pula individu-individu heteroseksual yang selalu mempertegas penampilan dan eksistensi mereka.
Terlepas dari Barbie sebagai ikon budaya konsumerisme, konsumerisme itu sendiri adalah hal yang dianggap biasa dikalangan wanita, sehingga ada peristilahan “cewek matre”. Tapi hal ini sudah menjadi lumrah dikalangan masyarakat, bahwasanya memang itu sudah menjadi kebutuhan yang seakan primer, padahal pada hakekat pelajaran ekonomi yang dipelajari di bangku sekolah kebiasaan seperti itu merupakan kebiasaanpemenuhan kebutuhan yang sifatnya sekunder bahkan tersier. Dalam hubungan didalam masyarakat bahkan bisa muncul adanya gap atau jurang diantara individu manakala ada beberapa orang yang tak sepemahaman tentang penting atau tidak pentingnya mengonsumsi suatu barang. Seperti perilaku seseorang membeli hp tipe terbaru padahal hp-nya dan fitur-fitur di dalam hp-nya masih terbilang bagus dan baru, ada orang yang berpandangan dan beranggapan bahwa orang-orang semacam ini adalah orang-orang yang boros dan tidak berpikiran panjang, artinya ia hanya memenuhi hasrat sementara. Karena orang-orang yang sudah terhegemoni dengan kebiasaan mereka yang selalu memenuhi hasrat memperbarui benda-benda koleksinya itu, pada alam bawah sadarnya kemudian mereka memang terhegemoni, sehingga jika suatu saat hasrat untuk memiliki barang-barang baru itu muncul dan mereka belum atau meras tidak mampu untuk memilikinya, maka yang ada adalah rasa gelisah dan resah, karena hasrat mereka tidak terpenuhi ketika itu. Mereka akan selalu dihantui oleh bayang-bayang ingin memiliki yang tinggi, yang hal ini menjadi sebuah ketergantungan dan syndrome. Hal ini sedikit jarang terjadi pada kalangan menengah keatas, karena kebanyakan dari kalangan ini mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka dari yang primer, sekunder, bahkan kebutuhan yang tergolong pada kebutuhan tersier.
II. B Konsumerisme pada Kalangan Menengah Kebawah.
Gejala konsumerisme tidak hanya menimpa kalangan atas, tetapi juga menimpa pada kalangan menengah kebawah. Dimana masyarakat pada kalangan ini bisa menjadi sangat “menderita” manakala ia melihat pada tayangan tv atau media informasi lainya ada produk-produk terbaru yang kemudian mereka tidak dapat memenuhi hasrat untuk memiliki produk-produk tersebut. Dan akibat dari tidak terpenuhinya hasrat ini, kemudian bisa memunculkan masalah sosial baru (dalam pandangan teori makro) seperti tindak criminal dan kejahatan semisal pencurian. Tentunya gejala ini kemudian dipandang berbahaya(dalam pandangan teori makro) didalam lingkungan sosial masyarakat, karena tindak kejahatan dan criminal macam apapun akan dianggap atau di-judge sebagai teori menyimpang tanpa melihat alas an-alasan yang tepat dan sebenarnya.
Masyarakat yang tidak mampu mengendalikan perilaku yang dianggap menyimpang ini harus bersiap diri untuk tidak diterima didalam struktur sosial yang berlaku karena melakukan tindak criminal tersebut karena tindakan mereka diketahui masyarakat luas. Maka yang harus dilakukan adalah “sadar diri” agar tidak menginginkan hal-hal yang kiranya tidak atau susah untuk terpenuhi. Pula dalam masyarakat kalangan menengah kebawah ini dapat mempertegas gap dengan kalngan menengah keatas, karena dalam budaya dan kemampuan financial mereka berbeda.
II. C Bentuk Konsumerisme pada Anak-anak
Tak kalah menearik pembicaraan tentang konsumerisme pada kalangan anak-anak. Anak-anak sebagai korban atau bahkan pelaku konsumerisme memang melakukan tingkah atau poola ini, hanya saja kemudian ia bukan menjadi seseorang yang langsung menjadi pelaku, yaitu ada orang lain yang berperan penting yaitu orang tua sebagai sumber modal pemenuh kebutuhan. Anak-anak adalah objek yang sangat empuk bagi produsen barang-barang untuk anak-anak seperti mainan, snack, bubur, susu, biscuit, dan lain-lainya. Karena anak-anak adalah sesosok manusia yang mempunyai pola pikir yang belum terbentuk sempurna dan memiliki daya rasa ingin tahu(penasaran) yang lebih tinggi dibanding dengan manusia dewasa, sehingga anak-anak lebih mudah tertarik dengan tampilan yang menarik. Dunia anak-anak adalah dunia yang selalu menarik diperbincangkan, saat memperbincangkan dalam pembicaraan tentang konsumerismepun, mereka layak diperbincangkan. Konsumerisme pada anak-anak dapat kita lihat dari perilaku mereka yang selalu ingin memiliki apa-apa yang mereka tonton dalam tayangan tv, mereka akan merengek pada orang tuanya untuk dibelikan barang-barang yang diiklankan di tv. Bahkan karena memang mereka masih sangat polos dan belum mengerti apa-apa sepenuhnya, ketika mereka melihat iklan atau tayangan untuk orang dewasa merekapun ingin mencoba atau memilikinya, dan ini akan sangat membingungkan orang tua untuk menjelaskan hal yang sebenarnya kepada anak-anak mereka. Jadi peranan orang tua sebagai figure of controlling bagi anak-anaknya sangat penting untuk dimainkan, guna membentuk pola pikir anak-anak mereka menjadi orang yang lebih berpikir panjang ketika mereka menginginkan sesutatu.
Tidak menjadi larangan atau sebuah perilaku yang menyimpang sebenarnya konsumerisme itu, yang jelas adalah diposisi mana dan bagaimana kita berada dalam menyikapi majunya informasi dan berbagai pesatnya kemajuan teknologi. Karena ada saatnya memang kita tidak terlepas dari berbagai cecaran kebutuhan, pun anak-anak butuhan yang sebenarnya hanya kebutuhan tersier.
BAB III PENUTUP
III. A Kesimpulan
Kebutuhan manusia sekarang ini sangat fleksibel dan makin tidak terbatas, dimana kemajuan teknologipun menjadi suatu kebutuhan baru yang harus terpenuhi. Namun kemudian memang ada sebagian kalangan yang mengatasnamakan kebutuhan sebagai alasan untuk memiliki atau menginginkan sesuatu yang sedikit berlebihan. Sebenarnya hal ini sah-sah saja dilakukan oleh siapa saja, dan kapan saja. Hanya saja kita sekarang ini dituntut untuk cermat dalam mengonsumsi sesuatu produk, sehinggga tidak menjadi orang yang berbudaya konsumerism yang selalu ingin memiliki dan memenuhinya dengan pertimbangan yang terkadang kurang masuk akal dan sia-sia, sehingga tidak menimbulkan penyesalan yang mendalam karena telah melakukan tindakan yang kurang pertimbangan dan pemikiran yang matang. Namun juga tidak salah apabila mereka melakukan kebiasaan yang terbilang budaya konsumerisme karena kemampuan, namun alangkah lebih indah dan bijak apabila keinginan semacam itu tidak langsung dipenuhi namun lebih mempertimbangkan status sosial dimana masih banyak orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan diluar keinginan pemenuhan kebutuhan yang sekunder bahkan tersier.
Budaya konsumerisme tidaklah dipandang sebagai penyimpangan, karena memang ini merupakan perilaku individu yang diakibatkan pengaruh kemajuan teknologi, dan memang tidak dapat dipungkiri bahwasanya kita ini sekarang hidup di jaman yang lebih fleksibel dan heterogen, dimana semuanya akan lebih mungkin terjadi. Dalam teori mikro, budaya konsumerisme pada sebagian orang atau masyarakat adalah hal yang biasa dan bisa terjadi.
Pandangan terakhir adalah bagaimana kita sendiri memandang budaya konsumerisme yang secara sadar maupun tidak melekat pada diri kita. Kita perlu menjadi orang bijak yangselalu dapat mempertimbangkan dan memikirkan segala hal dengan cermat dan tepat, agar tidak menjadi orang yang egois dan menyesal.
III. B Kritik dan Saran
Dalam penulisan makalah ini penulis akui tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan, sehingga kritik yang membangun dari pembaca sangat saya harapkan dan butuhkan, bukan kritik yang menjatuhkan. Kritik yang menjatuhkan tidak saya tanggapi karena akan dapat mengurangi semangat belajar saya. Tidak hanya mengharap kritik yang membangun, tetapi juga saran guna memperbaiki kesalahan yang secara tidak sengaja ini.
PENGARUH IKLAN TERHADAP POLA KONSUMEN MASYARAKAT
Segala puji hanya milik Alloh SWT. Dialah Dzat yang telah memberikan nikmat yang tak terhitung, sehingga jika digambarkan banyaknya dengan nikmat-Nya yang ditulis dengan air laut sebagai tinta, langit sebagai kertas, dan batang pohon sebagai pena maka tidaklah cukup kenikmatan-kenikmatan itu kita tuliskan. Salah satu nikmat terbesar yang penulis rasakan adalah nikmat iman, sehat, dan kesempatan. Sehingga dengan nikmat ini saya dapat menyelesaikan tugas Ujian Akhir Semester(UAS) Bahasa Indonesia ini.
Terimakasih saya ucapkan pula untuk bagina Rasululla SAW, manusia sempurna yang telah menuntun jalan hidup kita sehingga sampailah cahaya Islam kepada kita. Semoga salawat dan salam selalu tercurah untuk beliau. Tidak lupa juga terima kasih juga saya sampaikan untuk kedua orang tua saya yang tidak pernah lelah untuk berharap dan berdo’a demi kebaikan saya, dan selalu mendukung dan member pertimbangan atas langkah-langkah yang hendak saya lakukan. Terima kasih tidak lupa saya sampaikan untuk saudara-saudara dan teman-teman yang selalu mendukung dan member warna dihidup saya.
Perkembangan teknologi yang pesat di era ini telah memudahkan kita dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi perkembangan teknologi di bidang komunikasi dan informasi yang semakin tak terbendung telah memudahkan kita dalam mendapatkan dan menerima informasi dari belahan bumi manapun. Kemajuan ini pula dimanfaatkan oleh para pelaku usaha atau kapitalis dalam memasarkan produknya. Smakin mudah kapitalis ini mempromosikan produk mereka kepada khalayak, seperti lewat media periklanan di televisi (TV), internet, dan atau lewat media massa cetak (Koran, majalah, tabloid, dan sejenisnya). Dalam memandang fenomena kemajuan teknologi ini (iklan lewat media massa) timbul pengaruh dalam kehidupan sosial masyarakat dewasa ini.
LOGIKA PEMIKIRAN PEMUDA INDONESIA DALAM MEMPERINGATI SUMPAH PEMUDA DI ERA GLOBALISASI Posted by betterbee
LOGIKA PEMIKIRAN PEMUDA INDONESIA DALAM MEMPERINGATI SUMPAH PEMUDA DI ERA GLOBALISASI
Posted by betterbee
Bismillahirahmanirrahim,,
Puji syukur saya ucapkan pada Alloh SWT.yang telah menganugrahkan nikmat-Nya yang tak terhitung kepada kita semua, dan khususnya saya pribadi. Nikmat-nikmat yang telah Ia anugerahkan tentunya tidak terhitung. Nikmat-nikmat yang sejatinya menunjukan eksistensi-Nya, yang harusnya selalu kita syukuri. Salah satu nikmat yang saat ini saya rasa adalah nikmat iman, sehat, kesempatan, dan nikmat akal budi, sehingga dengan anugerah nikmat-nikmat ini saya dapat menyelesaikan tugas saya sebagai Mahasiswa yaitu menyelesaikan makalah ini.
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah pada baginda nabi Muhammad SAW.manusia yang telah menghantarkan kita pada cahaya iman dan Islam. Dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua saya yang telah menghantarkan saya sampai di titik ini, dank arena mereka senantiasa melindungi dan menaungi jalan hidup saya dengan do’a dan restunya. Tidak pula saya lupa untuk nerterima kasih pada dosen pembimbing mata kuliah Dasar-dasar Logika yang telah mengantarkan materi ini. Tidak lupa terima kasih saya ucapkan pad teman-teman yang saling mendukung demi terselesaikanya tugas ini. Dan akirnya semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dan khususnya bagi saya pribadi. Kritik dan saran yang membangun sangat saya butuhkan, maka partisipasinya dalam memberikan saran dan kritik yang membangun saya ucapkan terima kasih.
Daftar Isi
Halaman
Kata Pengantar…………………………………………………………………………………….
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………
Bab I Pendahuluan………………………………………………………………………………..
Bab II Pembahasan……………………………………………………………………………….
Bab III Kesimpulan dan Penutup………………………………………………………………….
Bab I. Pendahuluan
Tanggal 28 bulan Oktober lalu bangsa Indonesia memeringati Hari Sumpah Pemuda, hari yang diyakini sebagai hari sakti bangsa Indonesia. Disebut hari sakti, karena ada banyak makna yang terkandung dalam peristiwa itu. Dari peristiwa ini pulalah kemudian diresmikan sebagai hari lahirnya bahasa Indonesia, dan peristiwa ini pulalah lahirnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah bangsanya. Maka dalam memeringati peristiwa penting ini sudah sepatutnyalah kita mengingat dan menghargai jasa-jasa pahlawan kita dalam mencetuskan hari Sumpah Pemuda.
Bagaimana cara menghargai dan mengingat jasa-jasa pahlawan kita? Jawabanya adalah ada pada diri kita masing-masing. Namun dalam hal ini kami simpulkan cara menghargai dan mengingat pahlawan—pahlawan kita, yaitu dengan menumbuhkan semangat kebangsaan dan semangat persatuan dikalangan muda, sehingga pemuda Indonesia diharapkan mampu menghasilkan karya-karya nyata yang dapat membangun Negara kita.
Bab II. Pembahasan
Semangat nasionalisme suatu bangsa dapat dilihat dari seberapa besar bangsa itu menghargai jasa-jasa para pahlawan. Dan semangat itulah yang saat in diharapkan menghinggapi ruh-ruh pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Selayaknya kita tahu, di era globlalisasi ini pemuda Indonesia dihadapkan pada kerasnya arus perputaran informasi dan kemajuan teknologi. Yang mana arus informasi yang tak terbendung ini dapat menggerus dan atau melunturkan akar dari kebudayaan suatu bangsa. Maka manakala bangsa Indonesia dihadapkan pada kenyataan ini, ketakutan yang terbesar adalah pemuda Indonesia itu sendiri lebih senang dengan sejarah bengsa lain disbanding dengan sejarah bangsanya sendiri. Sehingga semangat yang dapat ditanamkan melalui sejarah nasional itu tidak lagi mempan untuk ditanamkan pada pemuda Indonesia.
Pada konteks sebelum era globlalisasi, kelemahan pemuda Indonesia dalam memeringati sumpah pemuda lebih disebabkan primordialisme, kesukuan atau chaufinisme yang masih sangat dijunjung oleh pemuda Indonesia. Namun di era globlalisasi ini, logika pemikiran pemuda Indonesia lebih dikuasai oleh hal-hal yang dipikirnya bersifat lebih rasional dan mendunia, sehingga mereka lebih menyukai hal-hal yang bersifat kebarat-baratan.
Lebih dari menyoroti perilaku yang dianggap minus yang terjadi pada pemuda Indonesia akibat arus globalisasi, tidak terlepas pula perilaku-perilaku plus dari dampak globlalisasi yang berimbas pada generasi muda Indonesia yang masih menghargai nilai-nilai sejarah. Bahakn saking bersemangatnya pemuda-pemuda ini dalam menghayati arti sumpah pemuda, mereka seakan menentang atau berharap dapat mengganti peran orang-orang yang dianggap berumur dalam mengurusi Negara ini.
Ada banyak reaksi yang timbul tiap kali kita di hadapkan pada sesuatu hal yang dikaitkan dengan sejarah. Ada yang menyangsikan akan nilai-nilai sejarah itu, ada yang menggugatnya, dan ada yang bersemangat dalam rangka memeringati dan menghayati maknanya.
Nilai historis yang terkandung dalam sejarah sumpah pemuda adalah bahwasanya melalui deklarasi sumpah ini secarara sadar pemuda Indonesia pada masa itu telah menyadari betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan.
Banyak wacana yang menyatakan atau secara kasar menyalahkan pemuda Indonesia yang dinilai tidak lagi mampu menghargai nilai-nilai sejarah dan arti pentingnya sumpah pemuda. Mereka menyalahkan seakan mereka telah benar dalam memahami arti dan sejarah sumpah pemuda itu sendiri. Sekarang yang jadi pertanyaan dari ketidak mengertian pemuda Indonesia akan nilai-nilai historis yang ada di negarnya adalah bagaimana peran sang orang tua atau orang-orang yang dia anggap memahami nilai-nilai sejarah itu sendiri menanamkan pemahaman tiu pada generasi mudanya. Sehinggaa harapan-harapan yang mereka sematkan pada generasi muda bukanlah harapan kosong yang tanpa pengetahuan. Pemuda Indonesia tidak lagi menjadi bulan-bulanan tuduhan yang dianggap tidak nasionalis, atau ttidak patriotis.
Memang benar pemuda Indonesia saat ini telah termasuki arus informasi yang tak terbendung dari belahan dunia manapun, hal ini lantas tidak menjadikan pemuda Indonesia sepenuhnya lupa akan bangsanya. Tetapi justru hal inilah yang mampu membuka mata mereka akan kurang bersihnya pemerintahan saat ini, sehingga mereka pantas mendapatkan gelar agen of change daya piker kritis inilah yang perlahan mampu membawa bangsa Indonesia menuju era reformasi.
Tidak hanya sebatas itu, banyak pemuda Indonesia yang tidak lupa terhadap hari sakti ini. Seperti teman-teman yang berada di daratan benua Eropa yang beramai-ramai memeringati hari sumpah pemuda ini. Jadi melihat fenomena yang terjadi di Indonesia,dimana ada segolongan pemuda yang tidak mengerti atau tidak menghayati nilai-nilai hari sumpah pemuda, dan masih banyak pula pemuda Indonesia yang masih menghargai dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam hari dan sejarah sumpah pemuda ini, maka kita dapat melihatnya sebagai gejala dari proses globalisasi. Dimana globalisasi ini membawa dampak baik dan buruk sebatas bagaimana cara pemuda Indonesia menangkap dan memanfaatkan adanya kebebasan dan kemudahan dalam mengakses informasi di era gllobalisasi ini. Sehingga kesalahan yang dituduhkan kepada pemuda Indonesia yang dianggap kurang menghargai dan memahami nilai-nilai dari sumpah pemuda bisa kita koreksi bersama. Dimana peran orang tua sebagai pendidikpun perlu dipertanyakan tanggung jawabnya, sehingga kesalahn ini tidak selalu dan hanya ditujukan pada generasi mudanya, melainkan kesalahan bersama yang harus diperbaiki. Dan sudah seharusnyalah kesenjangan antara kaum muda dan kaum yang lebih tua dihapuskan. Karena hal-hal kecil seperti inilah yang membawa dampak besar bagi kelangsungan bangsa Indonesia. kenapa kesenjangan antara kaum muda dan kaum yang lebih tua ini dapat menimbulkan dampakyang besar bagi kelangsungan bangsa Indonesia? jawabanya adalah karena kaum muda adalah generasi penerus bangsa. Jika terdapat kesenjangan diantara kaum yang lebih tua dengan kaum mudanya, lalu apa yang akan diwariskan pada kaum muda? Sedangkan komunikasi dapat dipastikan tidak berjalan dengan baik diantara kaum muda dan kaum yang lebih tua itu.
Dalam memeringati hari sumpah pemuda ini, hendaklah segenap lapisan bangsa Indonesia sadar akan pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam hari sumpah pemuda. Dimana hari sumpah pemuda telah mampu menghantarakn kesenjangan berbagai suku di Indonesia, kenapa sumpah pemuda dinodai dengan timbulnya kesenjangan diantara kaum muda dan kaum yang lebih tua. Jika terdapat komunikasi yang baik diantara golongan, Indonesia yang bersatu dapat berkembanng dengan pesat untuk menyamakn kedudukanya didalam liga internasional, dan Indonesia akan dapat diakui dan disegani oleh negara lain. Tidak ada lagi yang namnaya klaim-klaim atas daya kreatifitas bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dahulu. Jika Indonesia mampu mempertahankan kesatuan dan persatuan diantaara suku, adat, budaya, dan golongan, maka makmurlah Indonesia, karena ia pasti akan kuat dalam menghadapi dahsyatnya gelombang dan arus globalisasi.
Bab III. Kesimpulan dan Penutup
Kesimpulan
Dari tulisan diatas kami simpulkan bahwasanya cara pandang pemuda Indonesia yang dipandang tidak lagi menghargai dan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalam hari sumpah pemuda, tidak sepatutnyalah dilimpahkan kesalahan itu secara penuh pada kaum muda. Ini merupakan instropeksi diri bafi bangsa Indonesia sendiri. Dimana peran kaum yang lebih tua menajadi sangat penting untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nila itu didalam jiwa pemuda Indonesia. Dan jika antara kaum muda dan kaum yang lebih tua terdapat persatuan, maka Indonesia akan bangit kembali menjadi negara yang besar.
Penutup
Didalam penulisan ini masih banyak terdapat kesalahan, entah dari segi pemilihan kata, ejaan, bahasa, isi atau wacana, dan yang lainya. Maka kritik dan saran yang membangun penulis harapkan dari pembaca sekalian. Dan tidak ada kesempurnaan, kesempurnaan hanya milik Yang diatas. Dan sebagai manusia yang diciptakan dengan daya piker dan budi pekerti, maka sepatutnyalah kita selalu berusaha memenuhi rasa keingintahuan kita (kuorisitas) dengan terus belajar. Dan untuk kesediaanya membaca dan mengoreksi tulisan ini saya ucapkan terima kasih.
Posted by betterbee
Bismillahirahmanirrahim,,
Puji syukur saya ucapkan pada Alloh SWT.yang telah menganugrahkan nikmat-Nya yang tak terhitung kepada kita semua, dan khususnya saya pribadi. Nikmat-nikmat yang telah Ia anugerahkan tentunya tidak terhitung. Nikmat-nikmat yang sejatinya menunjukan eksistensi-Nya, yang harusnya selalu kita syukuri. Salah satu nikmat yang saat ini saya rasa adalah nikmat iman, sehat, kesempatan, dan nikmat akal budi, sehingga dengan anugerah nikmat-nikmat ini saya dapat menyelesaikan tugas saya sebagai Mahasiswa yaitu menyelesaikan makalah ini.
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah pada baginda nabi Muhammad SAW.manusia yang telah menghantarkan kita pada cahaya iman dan Islam. Dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua saya yang telah menghantarkan saya sampai di titik ini, dank arena mereka senantiasa melindungi dan menaungi jalan hidup saya dengan do’a dan restunya. Tidak pula saya lupa untuk nerterima kasih pada dosen pembimbing mata kuliah Dasar-dasar Logika yang telah mengantarkan materi ini. Tidak lupa terima kasih saya ucapkan pad teman-teman yang saling mendukung demi terselesaikanya tugas ini. Dan akirnya semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dan khususnya bagi saya pribadi. Kritik dan saran yang membangun sangat saya butuhkan, maka partisipasinya dalam memberikan saran dan kritik yang membangun saya ucapkan terima kasih.
Daftar Isi
Halaman
Kata Pengantar…………………………………………………………………………………….
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………
Bab I Pendahuluan………………………………………………………………………………..
Bab II Pembahasan……………………………………………………………………………….
Bab III Kesimpulan dan Penutup………………………………………………………………….
Bab I. Pendahuluan
Tanggal 28 bulan Oktober lalu bangsa Indonesia memeringati Hari Sumpah Pemuda, hari yang diyakini sebagai hari sakti bangsa Indonesia. Disebut hari sakti, karena ada banyak makna yang terkandung dalam peristiwa itu. Dari peristiwa ini pulalah kemudian diresmikan sebagai hari lahirnya bahasa Indonesia, dan peristiwa ini pulalah lahirnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah bangsanya. Maka dalam memeringati peristiwa penting ini sudah sepatutnyalah kita mengingat dan menghargai jasa-jasa pahlawan kita dalam mencetuskan hari Sumpah Pemuda.
Bagaimana cara menghargai dan mengingat jasa-jasa pahlawan kita? Jawabanya adalah ada pada diri kita masing-masing. Namun dalam hal ini kami simpulkan cara menghargai dan mengingat pahlawan—pahlawan kita, yaitu dengan menumbuhkan semangat kebangsaan dan semangat persatuan dikalangan muda, sehingga pemuda Indonesia diharapkan mampu menghasilkan karya-karya nyata yang dapat membangun Negara kita.
Bab II. Pembahasan
Semangat nasionalisme suatu bangsa dapat dilihat dari seberapa besar bangsa itu menghargai jasa-jasa para pahlawan. Dan semangat itulah yang saat in diharapkan menghinggapi ruh-ruh pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Selayaknya kita tahu, di era globlalisasi ini pemuda Indonesia dihadapkan pada kerasnya arus perputaran informasi dan kemajuan teknologi. Yang mana arus informasi yang tak terbendung ini dapat menggerus dan atau melunturkan akar dari kebudayaan suatu bangsa. Maka manakala bangsa Indonesia dihadapkan pada kenyataan ini, ketakutan yang terbesar adalah pemuda Indonesia itu sendiri lebih senang dengan sejarah bengsa lain disbanding dengan sejarah bangsanya sendiri. Sehingga semangat yang dapat ditanamkan melalui sejarah nasional itu tidak lagi mempan untuk ditanamkan pada pemuda Indonesia.
Pada konteks sebelum era globlalisasi, kelemahan pemuda Indonesia dalam memeringati sumpah pemuda lebih disebabkan primordialisme, kesukuan atau chaufinisme yang masih sangat dijunjung oleh pemuda Indonesia. Namun di era globlalisasi ini, logika pemikiran pemuda Indonesia lebih dikuasai oleh hal-hal yang dipikirnya bersifat lebih rasional dan mendunia, sehingga mereka lebih menyukai hal-hal yang bersifat kebarat-baratan.
Lebih dari menyoroti perilaku yang dianggap minus yang terjadi pada pemuda Indonesia akibat arus globalisasi, tidak terlepas pula perilaku-perilaku plus dari dampak globlalisasi yang berimbas pada generasi muda Indonesia yang masih menghargai nilai-nilai sejarah. Bahakn saking bersemangatnya pemuda-pemuda ini dalam menghayati arti sumpah pemuda, mereka seakan menentang atau berharap dapat mengganti peran orang-orang yang dianggap berumur dalam mengurusi Negara ini.
Ada banyak reaksi yang timbul tiap kali kita di hadapkan pada sesuatu hal yang dikaitkan dengan sejarah. Ada yang menyangsikan akan nilai-nilai sejarah itu, ada yang menggugatnya, dan ada yang bersemangat dalam rangka memeringati dan menghayati maknanya.
Nilai historis yang terkandung dalam sejarah sumpah pemuda adalah bahwasanya melalui deklarasi sumpah ini secarara sadar pemuda Indonesia pada masa itu telah menyadari betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan.
Banyak wacana yang menyatakan atau secara kasar menyalahkan pemuda Indonesia yang dinilai tidak lagi mampu menghargai nilai-nilai sejarah dan arti pentingnya sumpah pemuda. Mereka menyalahkan seakan mereka telah benar dalam memahami arti dan sejarah sumpah pemuda itu sendiri. Sekarang yang jadi pertanyaan dari ketidak mengertian pemuda Indonesia akan nilai-nilai historis yang ada di negarnya adalah bagaimana peran sang orang tua atau orang-orang yang dia anggap memahami nilai-nilai sejarah itu sendiri menanamkan pemahaman tiu pada generasi mudanya. Sehinggaa harapan-harapan yang mereka sematkan pada generasi muda bukanlah harapan kosong yang tanpa pengetahuan. Pemuda Indonesia tidak lagi menjadi bulan-bulanan tuduhan yang dianggap tidak nasionalis, atau ttidak patriotis.
Memang benar pemuda Indonesia saat ini telah termasuki arus informasi yang tak terbendung dari belahan dunia manapun, hal ini lantas tidak menjadikan pemuda Indonesia sepenuhnya lupa akan bangsanya. Tetapi justru hal inilah yang mampu membuka mata mereka akan kurang bersihnya pemerintahan saat ini, sehingga mereka pantas mendapatkan gelar agen of change daya piker kritis inilah yang perlahan mampu membawa bangsa Indonesia menuju era reformasi.
Tidak hanya sebatas itu, banyak pemuda Indonesia yang tidak lupa terhadap hari sakti ini. Seperti teman-teman yang berada di daratan benua Eropa yang beramai-ramai memeringati hari sumpah pemuda ini. Jadi melihat fenomena yang terjadi di Indonesia,dimana ada segolongan pemuda yang tidak mengerti atau tidak menghayati nilai-nilai hari sumpah pemuda, dan masih banyak pula pemuda Indonesia yang masih menghargai dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam hari dan sejarah sumpah pemuda ini, maka kita dapat melihatnya sebagai gejala dari proses globalisasi. Dimana globalisasi ini membawa dampak baik dan buruk sebatas bagaimana cara pemuda Indonesia menangkap dan memanfaatkan adanya kebebasan dan kemudahan dalam mengakses informasi di era gllobalisasi ini. Sehingga kesalahan yang dituduhkan kepada pemuda Indonesia yang dianggap kurang menghargai dan memahami nilai-nilai dari sumpah pemuda bisa kita koreksi bersama. Dimana peran orang tua sebagai pendidikpun perlu dipertanyakan tanggung jawabnya, sehingga kesalahn ini tidak selalu dan hanya ditujukan pada generasi mudanya, melainkan kesalahan bersama yang harus diperbaiki. Dan sudah seharusnyalah kesenjangan antara kaum muda dan kaum yang lebih tua dihapuskan. Karena hal-hal kecil seperti inilah yang membawa dampak besar bagi kelangsungan bangsa Indonesia. kenapa kesenjangan antara kaum muda dan kaum yang lebih tua ini dapat menimbulkan dampakyang besar bagi kelangsungan bangsa Indonesia? jawabanya adalah karena kaum muda adalah generasi penerus bangsa. Jika terdapat kesenjangan diantara kaum yang lebih tua dengan kaum mudanya, lalu apa yang akan diwariskan pada kaum muda? Sedangkan komunikasi dapat dipastikan tidak berjalan dengan baik diantara kaum muda dan kaum yang lebih tua itu.
Dalam memeringati hari sumpah pemuda ini, hendaklah segenap lapisan bangsa Indonesia sadar akan pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam hari sumpah pemuda. Dimana hari sumpah pemuda telah mampu menghantarakn kesenjangan berbagai suku di Indonesia, kenapa sumpah pemuda dinodai dengan timbulnya kesenjangan diantara kaum muda dan kaum yang lebih tua. Jika terdapat komunikasi yang baik diantara golongan, Indonesia yang bersatu dapat berkembanng dengan pesat untuk menyamakn kedudukanya didalam liga internasional, dan Indonesia akan dapat diakui dan disegani oleh negara lain. Tidak ada lagi yang namnaya klaim-klaim atas daya kreatifitas bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dahulu. Jika Indonesia mampu mempertahankan kesatuan dan persatuan diantaara suku, adat, budaya, dan golongan, maka makmurlah Indonesia, karena ia pasti akan kuat dalam menghadapi dahsyatnya gelombang dan arus globalisasi.
Bab III. Kesimpulan dan Penutup
Kesimpulan
Dari tulisan diatas kami simpulkan bahwasanya cara pandang pemuda Indonesia yang dipandang tidak lagi menghargai dan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalam hari sumpah pemuda, tidak sepatutnyalah dilimpahkan kesalahan itu secara penuh pada kaum muda. Ini merupakan instropeksi diri bafi bangsa Indonesia sendiri. Dimana peran kaum yang lebih tua menajadi sangat penting untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nila itu didalam jiwa pemuda Indonesia. Dan jika antara kaum muda dan kaum yang lebih tua terdapat persatuan, maka Indonesia akan bangit kembali menjadi negara yang besar.
Penutup
Didalam penulisan ini masih banyak terdapat kesalahan, entah dari segi pemilihan kata, ejaan, bahasa, isi atau wacana, dan yang lainya. Maka kritik dan saran yang membangun penulis harapkan dari pembaca sekalian. Dan tidak ada kesempurnaan, kesempurnaan hanya milik Yang diatas. Dan sebagai manusia yang diciptakan dengan daya piker dan budi pekerti, maka sepatutnyalah kita selalu berusaha memenuhi rasa keingintahuan kita (kuorisitas) dengan terus belajar. Dan untuk kesediaanya membaca dan mengoreksi tulisan ini saya ucapkan terima kasih.
Jumat, 24 September 2010
तेर्न्यता huJan
KU PIKIR HUJAN
Ku pikir hujan takan turun dibulan Juli
Ku pikir hujan telah usai musim di maret
Ku pikir hujan sudah usai banjiri bumi ini
Ku pikir hujan takan basahi pipiku yang telah lama kering
Ku pikir hujan telah mengalir kelaut
Ku pikir hujan selalu tentang bergembira ria
Ku pikir hujan penuhi tandon-tandon airku
Ku pikir hujan lekat tak asing dengan negriku
Ku pikir hujan takan baringkanku dengan panas
Ku pikir hujan sahabatku dari kecil
Suhu atau temperatur selalu naik, naikan aku pula menjadi lebih temperamen. Dibawah terik panas matahari atau panas duhu bumi sedikit kudisenggol saja telah mampu membuatku melepaskan kunci kandang di kebun binatang. Asu, monyet, kirik, kunyuk, anjing, jancok semua bisa terlepas begitu saja dari rantai mulutku yang terlihat manis dengan senyum yang terasa sinis.belum lagi kentut-kentut yang keluar dari moncong knalpot-knalpot bus, motor, mobil, atau angkot kropyak alias rombeng yang berebut memasuki dan menduduki di singgasana paru-paruku dengan asap rokok yang tak terdeteksi dan asap pabrik yang hitam mendorong bersamaan oksigen yang hendak menolong hidupku.
Peperangan antara kau dan aku semakin sering meletus hanya karena masalah-maslah yang orang pikir sepele,dan tidak buatku. Pernah suatu sore hanya aku jengkel hanya kerena dia datang telat datang menjemputku dan perangpun berkecamuk.
”sudahlah uda, kau jual saja motor bututmu yang selalu membuat bising ditelingaku, memenuhi kuota polusi udara saja”
”enak sekali yah dinda bilang begitu, motor ini kubeli dengan keringatku, tak mungkin aku buang begitu saja” teriakmu tak kalah dengan hasutanku
”siapa bilang kupinta kau membuangnya? Akulah pinta kau untuk menjualnya, gantilah dengan sepeda yang lebih ramah lingkungan” dalihku tak nyambung dengan perihal keterlambatanya.
”aduh dinda,,,uda pakai motor dan telat sedikit saja kau marah-marah tak jelas. Bagaimana bisa uratmu tak tegang manakala kupakai sepeda dan telat selalu menepati janji denganmu? Hahaha” tawa diakhir kalimatmu sungguh menyakiti hatik. Aku memang telah bosan selalu menunggu kamu telat datang, tapi aku selalu sadar yang selalu membuatku marah adalah perubahan iklim ini uda, kau lupa lagi rupanya kalu aku ini aktivis lingkungan hidup. Peperangan sore itu rupanya tak dimenangkan oleh siapa-siapa, olehku ataupun kau, dan konsekwensinya janji yang telah disepakati dua hari sebelumnya pun batal lagi.
Entah aku telah egois mengatasnamakan lingkungan untuk alasan kemarahanku pada motor bututmu yang selalu telat membawamu, atau jangan-jangan aku hanya tersinggung dengan perkataan temanmu beberapa waktu lalu, ”wah,,wah,,katanya pecinta lingkungan tapi motor udamu sangat polutan kau biarkan. Tak pernahkah kau malu meneriakan stop polutan,,stop poluta,,” temanmu yang kritis dan miris. Entahlah, yang jelas sejak saaat itu, atmosper panas semakin meniupkan bara diotaku dan hatiku sehingga semakin sering aku menghujatmu karena motormu. Bukan aku tak sayang padamu uda, hanya saja rupanya aku mulai risih dengan motormu. Aku selalu ingat denghan kata climate change itu, climate change akibat polusi, dan bla,,,bla,,bla yang sering aku kumandangkan dihadapn anak-anak sekolahan.
Bulan lalu saat februari, kau kejutkan aku. Kau datang kerumah dengan membawa bunga mawar beserta potnya, tanpa suara bising yang biasanya keluar dari motormu, kau mengajaku makan malam, dan kuiyakan. Kita duduk diangkot berdesakan dengan penumpang lain seperti biasa kita dulu, dan kau lupa bulan februari itu masih musim penghujan. Kau buru-buru pergi saat gerimis merintik dan menariku hebat sambil kau menepuk keningmu ”alamak,dinda mau hujan ayo kita pulang, nanti motorku kehujanan diparkiran warnet depan rumah dinda”, bukan kepalang kuingin marah saat itu juga, tapi kau terburu berlari melepaskan cengkraman tanganku dan meninggalkanku. Paginya kau menelponkui meminta maaf, adiku bercerita melaporkan karena aku tak mau mengangkat telpon darimu. Bulan februaru sampai maret kulalui dengan mendiamkanmu. Aku tak pernah mengangkat telponmu dan tak pernah membalas smsmu. Saat April tanggal 4 tepat dihari ulang tahunku kau beranikan diridatang kerumah, dengan sepeda yang terdapat keranjang besar didepanya dan kau isi dengan pot mawar yang penuh bunganya. Kau bonceng pula dibelakangmu Mico, keponakan kesayanganmu yang menjadi kesayanganku pula sejak kita bersama, yang selalu membuatku kangen denganmu bermain dengan mico. Bukan Cuma sepeda, mawa, dan mico kau bawa kehadapanku tapi kau bawakan aku juga sebuah boneka tedy bear yang sebesar badanmu yang kau apit diketiak kirimu. Sunggung kurasa dan kupikir dunia telah terhenti sekejap melihat air mata bahagiaku karena melihatmu begitu, dan mrah di awal februari itupun luluh dengan tanpa kusadar. Malam itu kau tak mengajaku keluar makan, cukup menikmati kerak telor mang Ji’ung yang lewat depan rumahku setiap malam, mico sudah terlelap dipangkuanku. Hadiah terindah yang kau beri sejak tiga tahun kita bersama, kau bawa mico si malaikat kecil tidur bersamaku malam ini, karena tak mungkin kau bonceng dengan sepeda dimalam hari,bisa masuk angin dia.
Setelah malam yang membahagiakan itu, kau menghilang tak pernah datang menemuiku. Hanya sms menanyakan kabarku sesekali waktu, setelah kujawab baik dan bertanya kabarmu serta keberadaanmu kau selalu hanya berucap ”jaga dirimu baik-baik sayang”. Setelah malam itu, hingga kini bulan Juni aku tak pernah berhenti merindukanmu dan kejutan-kejutanmu dengan Mico. Tedy yang kau berikan hanya terduduk dipojok ranjangku, mawar yang kau beri telah gugur kelopaknya tinggal batangnya yang masih berdiri kuat dipotnya, dan suara kliningan sepedamu malam itu tak pernah kudengar, pun suara tawa candamu dan rayuanmu lenyap entah kemana angin menyapunya. Apakah ini salah satu setia, arti dari namamu Setya?. Kau memang kupanggil Uda, tapi darahmu mengalir kelemah lembutan kang mas, tidakah kau maknai berartinya namamu dengan setia?.
Hari rabu tanggal 30 Juli jam 3 siang kau menelponku. Kau bilang hendak pulang ke Medan karena ada pemindahan kerja. Hadiah wisudaku yang palingtak kusuka dan menyakitkan. Kau bilang supaya aku menunggumu dijembatan gantung dibelakang kampus kalu iongin mengantarmu ke bandar. Tapi saat kusampai disana pukul 16.13, kau sudah pergi dan mengirimku sebuah sms ”maaf sayang pesawatku terbang jam 16.45, kalau aku menunggumu aku bisa telat, sampai jumpa”. ”jahat,,,jahat kau uda. Kau selama ini kutunggu dirumah, dan ternyata kau malah pergi sekarang”, kumaki dia saat dia angkat telponku dibandara sebelum keberangkatanya, kau hanya diam dan kemudian dan kemudian menghentika umpatan dan kemarahan ku dengan sebuah kalimat ”maaf sayang,sstt,,, aku janji tahun depan aku akan menjemputmu” dan terakhir yang kudengar adalah bunyi tut,,tut,,,tut, menghentikan pembicaraan kita yang singkat tapi menyakitiku. Aku dibius di jembatan gantung ini duduk menangisi pergimu, dan tiba-tiba saja hujan datana, padahal ini akhir Juni. Hujan yang seharusnya telah usai di Maret ini menemaniku menangis dari air mata yang useka dan kutahan diam-diam Sejas April lalu. Malam ini hhjan baringkanku dengan panas yang tak menahan, tedy bear yang kau berikan telah beranjak dari pojok ranjangku dibawa peluku, pipinya basah karena iar mataku tumpah diatas pipinya yang menjadi bantalku. Kupikir hujan takan mendatangiku lagi, kupikir hujan takan jatuh dibul;an Juni, kupikir hujan temanku Sejas kecil.
Saat mataku berkaca-kaca Karena sakit mata :P
LISVI naeL.
Ku pikir hujan takan turun dibulan Juli
Ku pikir hujan telah usai musim di maret
Ku pikir hujan sudah usai banjiri bumi ini
Ku pikir hujan takan basahi pipiku yang telah lama kering
Ku pikir hujan telah mengalir kelaut
Ku pikir hujan selalu tentang bergembira ria
Ku pikir hujan penuhi tandon-tandon airku
Ku pikir hujan lekat tak asing dengan negriku
Ku pikir hujan takan baringkanku dengan panas
Ku pikir hujan sahabatku dari kecil
Suhu atau temperatur selalu naik, naikan aku pula menjadi lebih temperamen. Dibawah terik panas matahari atau panas duhu bumi sedikit kudisenggol saja telah mampu membuatku melepaskan kunci kandang di kebun binatang. Asu, monyet, kirik, kunyuk, anjing, jancok semua bisa terlepas begitu saja dari rantai mulutku yang terlihat manis dengan senyum yang terasa sinis.belum lagi kentut-kentut yang keluar dari moncong knalpot-knalpot bus, motor, mobil, atau angkot kropyak alias rombeng yang berebut memasuki dan menduduki di singgasana paru-paruku dengan asap rokok yang tak terdeteksi dan asap pabrik yang hitam mendorong bersamaan oksigen yang hendak menolong hidupku.
Peperangan antara kau dan aku semakin sering meletus hanya karena masalah-maslah yang orang pikir sepele,dan tidak buatku. Pernah suatu sore hanya aku jengkel hanya kerena dia datang telat datang menjemputku dan perangpun berkecamuk.
”sudahlah uda, kau jual saja motor bututmu yang selalu membuat bising ditelingaku, memenuhi kuota polusi udara saja”
”enak sekali yah dinda bilang begitu, motor ini kubeli dengan keringatku, tak mungkin aku buang begitu saja” teriakmu tak kalah dengan hasutanku
”siapa bilang kupinta kau membuangnya? Akulah pinta kau untuk menjualnya, gantilah dengan sepeda yang lebih ramah lingkungan” dalihku tak nyambung dengan perihal keterlambatanya.
”aduh dinda,,,uda pakai motor dan telat sedikit saja kau marah-marah tak jelas. Bagaimana bisa uratmu tak tegang manakala kupakai sepeda dan telat selalu menepati janji denganmu? Hahaha” tawa diakhir kalimatmu sungguh menyakiti hatik. Aku memang telah bosan selalu menunggu kamu telat datang, tapi aku selalu sadar yang selalu membuatku marah adalah perubahan iklim ini uda, kau lupa lagi rupanya kalu aku ini aktivis lingkungan hidup. Peperangan sore itu rupanya tak dimenangkan oleh siapa-siapa, olehku ataupun kau, dan konsekwensinya janji yang telah disepakati dua hari sebelumnya pun batal lagi.
Entah aku telah egois mengatasnamakan lingkungan untuk alasan kemarahanku pada motor bututmu yang selalu telat membawamu, atau jangan-jangan aku hanya tersinggung dengan perkataan temanmu beberapa waktu lalu, ”wah,,wah,,katanya pecinta lingkungan tapi motor udamu sangat polutan kau biarkan. Tak pernahkah kau malu meneriakan stop polutan,,stop poluta,,” temanmu yang kritis dan miris. Entahlah, yang jelas sejak saaat itu, atmosper panas semakin meniupkan bara diotaku dan hatiku sehingga semakin sering aku menghujatmu karena motormu. Bukan aku tak sayang padamu uda, hanya saja rupanya aku mulai risih dengan motormu. Aku selalu ingat denghan kata climate change itu, climate change akibat polusi, dan bla,,,bla,,bla yang sering aku kumandangkan dihadapn anak-anak sekolahan.
Bulan lalu saat februari, kau kejutkan aku. Kau datang kerumah dengan membawa bunga mawar beserta potnya, tanpa suara bising yang biasanya keluar dari motormu, kau mengajaku makan malam, dan kuiyakan. Kita duduk diangkot berdesakan dengan penumpang lain seperti biasa kita dulu, dan kau lupa bulan februari itu masih musim penghujan. Kau buru-buru pergi saat gerimis merintik dan menariku hebat sambil kau menepuk keningmu ”alamak,dinda mau hujan ayo kita pulang, nanti motorku kehujanan diparkiran warnet depan rumah dinda”, bukan kepalang kuingin marah saat itu juga, tapi kau terburu berlari melepaskan cengkraman tanganku dan meninggalkanku. Paginya kau menelponkui meminta maaf, adiku bercerita melaporkan karena aku tak mau mengangkat telpon darimu. Bulan februaru sampai maret kulalui dengan mendiamkanmu. Aku tak pernah mengangkat telponmu dan tak pernah membalas smsmu. Saat April tanggal 4 tepat dihari ulang tahunku kau beranikan diridatang kerumah, dengan sepeda yang terdapat keranjang besar didepanya dan kau isi dengan pot mawar yang penuh bunganya. Kau bonceng pula dibelakangmu Mico, keponakan kesayanganmu yang menjadi kesayanganku pula sejak kita bersama, yang selalu membuatku kangen denganmu bermain dengan mico. Bukan Cuma sepeda, mawa, dan mico kau bawa kehadapanku tapi kau bawakan aku juga sebuah boneka tedy bear yang sebesar badanmu yang kau apit diketiak kirimu. Sunggung kurasa dan kupikir dunia telah terhenti sekejap melihat air mata bahagiaku karena melihatmu begitu, dan mrah di awal februari itupun luluh dengan tanpa kusadar. Malam itu kau tak mengajaku keluar makan, cukup menikmati kerak telor mang Ji’ung yang lewat depan rumahku setiap malam, mico sudah terlelap dipangkuanku. Hadiah terindah yang kau beri sejak tiga tahun kita bersama, kau bawa mico si malaikat kecil tidur bersamaku malam ini, karena tak mungkin kau bonceng dengan sepeda dimalam hari,bisa masuk angin dia.
Setelah malam yang membahagiakan itu, kau menghilang tak pernah datang menemuiku. Hanya sms menanyakan kabarku sesekali waktu, setelah kujawab baik dan bertanya kabarmu serta keberadaanmu kau selalu hanya berucap ”jaga dirimu baik-baik sayang”. Setelah malam itu, hingga kini bulan Juni aku tak pernah berhenti merindukanmu dan kejutan-kejutanmu dengan Mico. Tedy yang kau berikan hanya terduduk dipojok ranjangku, mawar yang kau beri telah gugur kelopaknya tinggal batangnya yang masih berdiri kuat dipotnya, dan suara kliningan sepedamu malam itu tak pernah kudengar, pun suara tawa candamu dan rayuanmu lenyap entah kemana angin menyapunya. Apakah ini salah satu setia, arti dari namamu Setya?. Kau memang kupanggil Uda, tapi darahmu mengalir kelemah lembutan kang mas, tidakah kau maknai berartinya namamu dengan setia?.
Hari rabu tanggal 30 Juli jam 3 siang kau menelponku. Kau bilang hendak pulang ke Medan karena ada pemindahan kerja. Hadiah wisudaku yang palingtak kusuka dan menyakitkan. Kau bilang supaya aku menunggumu dijembatan gantung dibelakang kampus kalu iongin mengantarmu ke bandar. Tapi saat kusampai disana pukul 16.13, kau sudah pergi dan mengirimku sebuah sms ”maaf sayang pesawatku terbang jam 16.45, kalau aku menunggumu aku bisa telat, sampai jumpa”. ”jahat,,,jahat kau uda. Kau selama ini kutunggu dirumah, dan ternyata kau malah pergi sekarang”, kumaki dia saat dia angkat telponku dibandara sebelum keberangkatanya, kau hanya diam dan kemudian dan kemudian menghentika umpatan dan kemarahan ku dengan sebuah kalimat ”maaf sayang,sstt,,, aku janji tahun depan aku akan menjemputmu” dan terakhir yang kudengar adalah bunyi tut,,tut,,,tut, menghentikan pembicaraan kita yang singkat tapi menyakitiku. Aku dibius di jembatan gantung ini duduk menangisi pergimu, dan tiba-tiba saja hujan datana, padahal ini akhir Juni. Hujan yang seharusnya telah usai di Maret ini menemaniku menangis dari air mata yang useka dan kutahan diam-diam Sejas April lalu. Malam ini hhjan baringkanku dengan panas yang tak menahan, tedy bear yang kau berikan telah beranjak dari pojok ranjangku dibawa peluku, pipinya basah karena iar mataku tumpah diatas pipinya yang menjadi bantalku. Kupikir hujan takan mendatangiku lagi, kupikir hujan takan jatuh dibul;an Juni, kupikir hujan temanku Sejas kecil.
Saat mataku berkaca-kaca Karena sakit mata :P
LISVI naeL.
Selasa, 06 Juli 2010
am i a puppet?
kau sandarkan aku pada rayuan,hanya kau bicara
kau tarik aku dalam cerita, sandiwara seolah kusuka
kau putar aku dalam haluanmu, pusingkanku selalu
kau ajarkan aku mengerti, padahal kau tak mengerti apa itu ngerti
kau seolah aku berarti, padahal memang
dalam dimensi yang sudah aku mengerti
dia datang guraukan indahnya, dia taak lihat betapa aku indah
dia bercerita, berkuasa seolah aku dengar
dia tertawa, seakan dunia hanya bahagia
dia menangis tersedu, merasa hanya ia yang tersakiti
dia menuntutku bisa berlaku adil padanya, padahal aku bukan mamaknya
mereka menariku untuk tahu yang mereka mau, padahal aku tak selalu
mereka anggap aku mendekati nomor satu, padahal tertatih aku berjalan
mereka tanggapi aku dengan senyum sinis, seolah mereka tak punya senyum manis
mereka merasa tak berdosa , padahal aku tau sedikit maknaya
mereka merangkulku, agar tertopang tegak mereka
kau, dia, dan mereka bercerita, seakan aku hanya punya teling
kau, dia, dan mereka tertawa, merasa akupun bahagia denganya
kau, dia, dan mereka menuduhku, padahal kalianlah yang mendorongku
kau, dia, dan mereka memintaku, padahal kalian mengacuhkanku
kau, dia, dan mereka. aku rindu kalian bertanya padaku "apa kabar kamu?"
untuk desir angin gunung yang menyapaku dalam lekat kedamaian
untuk gemercik air sungai yang memelodikan tangisku
untuk tawa kalian manusia-manusia kecil ranger-ku
untuk tangan-tangan yang telah memeluku
untuk kulit-kulit yang menyentuh keningku untuk memastikan "kau sakit nak?"
ingatkanku untuk bersyukur dan berucap "aku bahagia melebihi siapapun untuk diriku, tangan-tangan yang penuh kasih padaku, untuk Tuhan ku yang sering kulupa".
kau tarik aku dalam cerita, sandiwara seolah kusuka
kau putar aku dalam haluanmu, pusingkanku selalu
kau ajarkan aku mengerti, padahal kau tak mengerti apa itu ngerti
kau seolah aku berarti, padahal memang
dalam dimensi yang sudah aku mengerti
dia datang guraukan indahnya, dia taak lihat betapa aku indah
dia bercerita, berkuasa seolah aku dengar
dia tertawa, seakan dunia hanya bahagia
dia menangis tersedu, merasa hanya ia yang tersakiti
dia menuntutku bisa berlaku adil padanya, padahal aku bukan mamaknya
mereka menariku untuk tahu yang mereka mau, padahal aku tak selalu
mereka anggap aku mendekati nomor satu, padahal tertatih aku berjalan
mereka tanggapi aku dengan senyum sinis, seolah mereka tak punya senyum manis
mereka merasa tak berdosa , padahal aku tau sedikit maknaya
mereka merangkulku, agar tertopang tegak mereka
kau, dia, dan mereka bercerita, seakan aku hanya punya teling
kau, dia, dan mereka tertawa, merasa akupun bahagia denganya
kau, dia, dan mereka menuduhku, padahal kalianlah yang mendorongku
kau, dia, dan mereka memintaku, padahal kalian mengacuhkanku
kau, dia, dan mereka. aku rindu kalian bertanya padaku "apa kabar kamu?"
untuk desir angin gunung yang menyapaku dalam lekat kedamaian
untuk gemercik air sungai yang memelodikan tangisku
untuk tawa kalian manusia-manusia kecil ranger-ku
untuk tangan-tangan yang telah memeluku
untuk kulit-kulit yang menyentuh keningku untuk memastikan "kau sakit nak?"
ingatkanku untuk bersyukur dan berucap "aku bahagia melebihi siapapun untuk diriku, tangan-tangan yang penuh kasih padaku, untuk Tuhan ku yang sering kulupa".
Rabu, 30 Juni 2010
permainan sahara
aku dan mereka,,,
adalah lembayung muda
yang berdiri ditengah sahara,mencari cahaya
dibesarkan olh dunia
dipisahkan waktu dari penyangga
bisakah terus kami tahan tegaknya???
ceruk telah kosong diteguk kaktus
kami coba ulurkan akar untuk setetes tegukan lain
tak ada daya,
tak kami punya perut itu terisi
hanya upaya,,,
biar lunglai kami menunggu teraliri
tak pula kami mati,mati
tak pula air menghampiri diri
jauh kamipandang banjir meninggi mendekati kaktus
sampai lututnya,,,
sampai perutnya,,,
sampai tenggorokanya,,,
nil,,,nil,,,nil,,,kamimeronta memanggilnya
oh,,,itu nil naik permukaan,
ada harapan tercerahkan.
ah,,,sadarku telah kembali,ini permainan sahara.
kembali berupaya kawan,,,ku seru.
adalah lembayung muda
yang berdiri ditengah sahara,mencari cahaya
dibesarkan olh dunia
dipisahkan waktu dari penyangga
bisakah terus kami tahan tegaknya???
ceruk telah kosong diteguk kaktus
kami coba ulurkan akar untuk setetes tegukan lain
tak ada daya,
tak kami punya perut itu terisi
hanya upaya,,,
biar lunglai kami menunggu teraliri
tak pula kami mati,mati
tak pula air menghampiri diri
jauh kamipandang banjir meninggi mendekati kaktus
sampai lututnya,,,
sampai perutnya,,,
sampai tenggorokanya,,,
nil,,,nil,,,nil,,,kamimeronta memanggilnya
oh,,,itu nil naik permukaan,
ada harapan tercerahkan.
ah,,,sadarku telah kembali,ini permainan sahara.
kembali berupaya kawan,,,ku seru.
Rabu, 20 Januari 2010
manusia diciptakan untuk memimpin bumi, oleh sebab itu manusia dibekali dengan akal untuk berpikir tak sekedar mengakali, hati untuk merasakan tak hanya masalah kesakitan,,,
dan ternyata ada banyak hal yang sudah kuLupakan sebagai manusia yang punya hak khusus untuk mengolah bumi ini, salah satunya yang sangat keciL yang sering tak terpikirkan adalah membuang pLasytik permen di sembarang tempat. haL sekeciL ini adalah kesaLahan yang sengat besar, bagaimana tidak? kita secara tidak sadar telah melupakan anak cucu kita keLak (yah,,,memang terlalu jauh untuk mengingat sampai anak atau bahkan cucu-cucu keLak, dan bahkan saya katakan bahwa kita egois, ketika kita membicarakan masa depan kita hanya akan mengupayakan kebahagiaan kita keLak), dan sungguh haL yang sangat tidak saya inginkan tetapi tetapsaja saya akui saya pun sering Lupa akan hal ini.
bumi ini mulai hilang permukaan, oleh semen-semen yang menutup permukaannya,bukan cuma itu, bukan cuma oleh sampah-sampah yang juga berebut wilayah, tapi air dari es kutub juga sudah lelah membatu atau memang itu tangisan akibat disengat matahari terlalu lama terlalu panas dan terlalu dini??
panas sudah mbleber kemana-mana,kemana lagi kini tempat yang teduh???
aku tidak menuduh siapa siapa untuk masalah panas tanpa tempat teduh,atas salah siapa?
sudah lelah walau takmau pernah menyerah dan pasrah untuk bercurah-curah darah atau sekedar keringat usaha penyelamatan bumi, atau penyelamatan diri dini minimal atau egoisnya.
kenapa tiba2 aku pengen nangis? nangis karena bumi yang gerah atau malah kedinginan inikah?tiba-tiba kini perassaan yang menguasai pikiranku. ternyata aku kangen,,,,rindu sangat padanya sang,entah aku juga tak tahu mau menamainya apa. aku kangen dio.
dan ternyata ada banyak hal yang sudah kuLupakan sebagai manusia yang punya hak khusus untuk mengolah bumi ini, salah satunya yang sangat keciL yang sering tak terpikirkan adalah membuang pLasytik permen di sembarang tempat. haL sekeciL ini adalah kesaLahan yang sengat besar, bagaimana tidak? kita secara tidak sadar telah melupakan anak cucu kita keLak (yah,,,memang terlalu jauh untuk mengingat sampai anak atau bahkan cucu-cucu keLak, dan bahkan saya katakan bahwa kita egois, ketika kita membicarakan masa depan kita hanya akan mengupayakan kebahagiaan kita keLak), dan sungguh haL yang sangat tidak saya inginkan tetapi tetapsaja saya akui saya pun sering Lupa akan hal ini.
bumi ini mulai hilang permukaan, oleh semen-semen yang menutup permukaannya,bukan cuma itu, bukan cuma oleh sampah-sampah yang juga berebut wilayah, tapi air dari es kutub juga sudah lelah membatu atau memang itu tangisan akibat disengat matahari terlalu lama terlalu panas dan terlalu dini??
panas sudah mbleber kemana-mana,kemana lagi kini tempat yang teduh???
aku tidak menuduh siapa siapa untuk masalah panas tanpa tempat teduh,atas salah siapa?
sudah lelah walau takmau pernah menyerah dan pasrah untuk bercurah-curah darah atau sekedar keringat usaha penyelamatan bumi, atau penyelamatan diri dini minimal atau egoisnya.
kenapa tiba2 aku pengen nangis? nangis karena bumi yang gerah atau malah kedinginan inikah?tiba-tiba kini perassaan yang menguasai pikiranku. ternyata aku kangen,,,,rindu sangat padanya sang,entah aku juga tak tahu mau menamainya apa. aku kangen dio.
Langganan:
Komentar (Atom)