Sajak PALSU
posted 2 weeks ago
via febryfawzi:
Selamat pagi Pak, selamat pagi Bu, ucap anak sekolah dengan sapaan PALSU.
Lalu mereka pun belajar sejarah PALSU dari buku-buku PALSU.
Di akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang PALSU.
Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan rasa hormat PALSU.
Sambil tersipu PALSU dan membuat tolakan-tolakan PALSU, akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji PALSU untuk mengubah nilai-nilai PALSU dengan
nilai-nilai PALSU yang baru.
Masa sekolah demi masa sekolah berlalu, mereka pun lahir sebagai ekonom-ekonom PALSU, ahli hukum PALSU, ahli pertanian PALSU, insinyur PALSU.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan atau seniman PALSU.
Dengan gairah tinggi mereka menghambur ke tengah pembangunan PALSU dengan ekonomi PALSU sebagai panglima PALSU.
Mereka saksikan ramainya perniagaan PALSU dengan ekspor dan impor PALSU yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas PALSU.
Dan bank-bank PALSU dengan giat menawarkan bonus dan hadiah-hadiah PALSU tapi diam-diam meminjam juga pinjaman dengan ijin dan surat PALSU kepada bank negeri yang dijaga pejabat-pejabat PALSU.
Masyarakat pun berniaga dengan uang PALSU yang dijamin devisa PALSU.
Maka uang-uang asing menggertak dengan kurs PALSU sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan PALSU ke dalam nasib buruk PALSU.
Lalu orang-orang PALSU meneriakkan kegembiraan PALSU dan mendebatkan gagasan-gagasan PALSU di tengah seminar dan dialog-dialog PALSU menyambut tibanya demokrasi PALSU yang berkibar-kibar begitu nyaring dan PALSU.
(Agus R. Sarjono, 1998)
“…Hanya pada-Mu Tuhan, tempatku berteduh dari semua ke-PALSU-an dunia.” (Chrisye, Damai Bersama-Mu)
nyuri dari nugie
Rabu, 23 Desember 2009
hidup...???
Hidup
Kita menangis
Kita berbaring
Kita tengkurap
Kita merangkak
Kita berjalan
Kita berlari
Kita bersuka cita
Kita berduka cita
Kita berdua
Kemudian bertiga dan seterusnya
Dan berdua
Kemudian berkaki tiga
Dan sudah----.
Negriku…
Mungkin,,,
Mending jadi sandal kali yah???
Yang kecil dicekik
Yang besar diinjak
Sama-sama sakit
Tidak mau jadi gitar
Atau tangga
Badanya dipeluk-peluk
Selalu dicekik lehernya
Dan diinjak-injak
Negriku,,,,
Yang orang tingginya atau orang besarnya,,
Matanya cumin sebelah
Sebelah uang,,,
Sebelah ruang,,,
Yang kecilnya cukup mungil
Untuk selalu tercukil
Dari kehidupan yang hanya wajar,
Bahkan lupa yang seperti apa dan bagaiman yang wajar.
Kita menangis
Kita berbaring
Kita tengkurap
Kita merangkak
Kita berjalan
Kita berlari
Kita bersuka cita
Kita berduka cita
Kita berdua
Kemudian bertiga dan seterusnya
Dan berdua
Kemudian berkaki tiga
Dan sudah----.
Negriku…
Mungkin,,,
Mending jadi sandal kali yah???
Yang kecil dicekik
Yang besar diinjak
Sama-sama sakit
Tidak mau jadi gitar
Atau tangga
Badanya dipeluk-peluk
Selalu dicekik lehernya
Dan diinjak-injak
Negriku,,,,
Yang orang tingginya atau orang besarnya,,
Matanya cumin sebelah
Sebelah uang,,,
Sebelah ruang,,,
Yang kecilnya cukup mungil
Untuk selalu tercukil
Dari kehidupan yang hanya wajar,
Bahkan lupa yang seperti apa dan bagaiman yang wajar.
hati
Syeitan
Jika ditanya,,
“Siapa pembuat syair terindah?”
Maka jawablah “syeitan” dalam sholat, ia raj apujangga
Jika ditanya,,
“Siapa yang tajam ingatanya?”
Syeitan pula
Jika ditanya,,
“siapa yang pandai berkhayal?”
Syeitan, Lagi
Jika ditanya,,
“siapa yang paling dekat dengan kita?”
Syeitan,dan jangan Lagi!!!
Jika ditanya,,
“siapa yang paling sering dengan kita?”
Siapa???
Jika ditanya,,
“siapa musuh kamu dan kita dan nyata?”
Maka syeitanlah faktanya.
MeMEndaM RaNjau
Ketika kulihat kau semakin kuat dibalik bentengmu,
Hatiku naik pitam, merah berkobar
Aku pikirkan tentang strategi.
Ranjau,,,
Kata pertama kudapat untuk lumpuhkanmu
Kutimbun ranjau-ranjau,,
Berharap kau kan injakan
Salah satu saja, atau semua lebih kusuka
Cerdik, picik, atau sadis?
Kau mamp hindari ranjauku,
Aku gelisah, gundah, hatiku marah,,
Dan mendesah nafasku.
Bukan kau yang salah, meninggalkanku dalam kalah,
Aku rindu, rindu yang tak berpalang,
Dan terjadi,,,
Ranjau-ranjauku meledak dalam hatiku
Dan matikan rasaku padamu.
Cintamu
Jiwaku berjalan dengan baying,
Menyamun cintamu
Menenggelamkanya dalam hatiku
Mengupayakanya tak timbul lagi
Kau peluk jiwa ini
Kemudian ciumi nafasku, hanngat
Kau bersandar dalam remangku, mencari damai
Dengan bersama tutup mata
Atau hadapkanya pada langit malam,,,
Lagi-lagi aku mau ini terjadi lagi
Sebentar kuanggap ini menyiksa
Saat rinduku
Tak kau obati,
Sungguh kunikmati sakit ini
Karena sudah kutahu
Akan ada bersama lagi
Yang lebih indah…
Love you so much…
my husband…???
Jadi istri
Bagaimana aku nanti saat menjadi istri,
Bilaku tak piawai membuat api
Dari pemantik ini,,,
Sedang aku harus membuatnya setiap hari.
Bagaimana sepak terjangku nanti
Saatku adalah istri tapi tak bisa mengaji,
Sedang aku harus menngajari anak-anaku nanti.
Bagaimana aku jadi istri
Jika aku tak bisa berbagi,
Sedang nanti,,,,semua harus kubagi
Bersama anak-anak dan suami,
Bagaimana aku jadi istri
Bila aku tak sadar emosi, sedang aku
Harus menanganu dengan hati
Keluh anak-anak dan suami,
Bagaiman aku jadi istri jikaku tak punya jatidiri,
Sedang aku harus teliti dan sabar hati
Menunjukan jalan pada suami dan buah hati,
Bagaimana aku jadi istri
Bila aku kurang bisa syukuri nikmat-nikmat ilahi, sedang aku harus menaa hidup kami
Dengan banyak nikmat-Nya yang yang teerlupa disyukuri,
Bagaimana ku jadi istri
Jika aku tak mampu berpijak sendiri, sedang aku,,,berharap diteladani buah hati dan suami, nanti,
Bagaimana kujadi istri,
Jika aku tak kuasai ilmu mengukir senyum hati dan mengulumnya dengan bibir ini, sedang aku harus menjadi pelipur hati
Bagi buah hati dan suami tercinta, sampai nanti
Samapi terhenti oleh mati.
Mereka
Bijakmu indah,,,
Selalu ada hati dalam katamu,
Selalu ada moral dan pesan terselipkan
Jarang kau lontarkan
Tapi selalu,,,,berkesan
Aku rindu
Semakin jauh berjarak,
Semakin terasa,,,
Ah,,,,kapan ku bisa bersua???
Denganmu abangnda-abangnda
Dan ayunda
Ah,,, ya Tuhan,,,,
Ayahnda dan Ibunda,
Apa kabar mereka?
Adindaku??
Semoga engkau semua selalu,,,,
Dan padaku,,,
Aamiin.
Semangat pagi
Meretas jejaku dalam kabut,
Sorak sorai pancuran pagi siratkan niat terbaharui di tiap lapisan sendi
Angin, atau udara lembap sejuk pagi
Mengelus wajahku iba
Bisiskan saying yang hanya baying
Manjakanku dalam bimbang
Subuh menjelang,
Kurasakan bau inang
Kemarin telah kering, dan basah terembum pagi llengang
Panas yang beranjak ke ubun-ubun
Muntahkan peluh yang berupa,
Kesiaan atau kemenangan
Semangat pagi menyentuh hati,
Siang hari, manusiawi
Terlupa lagi
Sampai nanti pagi lagi
Tau-lah nanti,,,
Malang 17 des 2009
Ngawurrr
Hehehehe,,,
Gak terasa, aku sekarang lebih pede
Terimakasih Tuhan
Engkau berikan padaku sebuah perahu yang tak terbalik
Malah kemasukan air dan telah berhasil terkuras airnya,,,
Perahu dekong,,,
Yang kata mereka namanya “pesek”
Lucu banget namanya,,,,
Tak sadar,,,,kata mereka aku menyenangkan,,
Kau buat aku berbinarr Tuhan
Tapi,,,
Akhir-akhir ini kenapa aku kesepian???
Oh,,,ternyata
Kata mereka di-cut-
Mau ngomong menyenangkan bila tak terlihat,,,
Tapi katanya takut aku tersinggung
Dan bikin dosa,,,,
Syukur deh mereka masih tahu berasa,
Diam
Aku takut menggores luka
Dengan kata,
Menyayat jiwa dengan tak sengaja
Mungkin kau lihat dan kira
Aku sok bisa
Berkata banyak menannggapi mereka
Aku rasa,,,
Kau akan benci padaku,ya?
Karena bagimu aku sok kuasa,,,
Atau asal bicara.
Aku memang te;lah berlakon menjadi karang
Yang bertahan dalam hempasan
Aku juga bertahan,,,
Diantara air mata yang kuseka diam-diam
Bahkan aku bertahan dengan senyum
Yang kupaksa mengulum.
Tapi apa aku bila tak begitu?
Tak sempurna bila ku tak begitu!!!
Tak belajar menyesal jika begitu
Tak menyesal dengan begitu
kU harap
Jika ditanya,,
“Siapa pembuat syair terindah?”
Maka jawablah “syeitan” dalam sholat, ia raj apujangga
Jika ditanya,,
“Siapa yang tajam ingatanya?”
Syeitan pula
Jika ditanya,,
“siapa yang pandai berkhayal?”
Syeitan, Lagi
Jika ditanya,,
“siapa yang paling dekat dengan kita?”
Syeitan,dan jangan Lagi!!!
Jika ditanya,,
“siapa yang paling sering dengan kita?”
Siapa???
Jika ditanya,,
“siapa musuh kamu dan kita dan nyata?”
Maka syeitanlah faktanya.
MeMEndaM RaNjau
Ketika kulihat kau semakin kuat dibalik bentengmu,
Hatiku naik pitam, merah berkobar
Aku pikirkan tentang strategi.
Ranjau,,,
Kata pertama kudapat untuk lumpuhkanmu
Kutimbun ranjau-ranjau,,
Berharap kau kan injakan
Salah satu saja, atau semua lebih kusuka
Cerdik, picik, atau sadis?
Kau mamp hindari ranjauku,
Aku gelisah, gundah, hatiku marah,,
Dan mendesah nafasku.
Bukan kau yang salah, meninggalkanku dalam kalah,
Aku rindu, rindu yang tak berpalang,
Dan terjadi,,,
Ranjau-ranjauku meledak dalam hatiku
Dan matikan rasaku padamu.
Cintamu
Jiwaku berjalan dengan baying,
Menyamun cintamu
Menenggelamkanya dalam hatiku
Mengupayakanya tak timbul lagi
Kau peluk jiwa ini
Kemudian ciumi nafasku, hanngat
Kau bersandar dalam remangku, mencari damai
Dengan bersama tutup mata
Atau hadapkanya pada langit malam,,,
Lagi-lagi aku mau ini terjadi lagi
Sebentar kuanggap ini menyiksa
Saat rinduku
Tak kau obati,
Sungguh kunikmati sakit ini
Karena sudah kutahu
Akan ada bersama lagi
Yang lebih indah…
Love you so much…
my husband…???
Jadi istri
Bagaimana aku nanti saat menjadi istri,
Bilaku tak piawai membuat api
Dari pemantik ini,,,
Sedang aku harus membuatnya setiap hari.
Bagaimana sepak terjangku nanti
Saatku adalah istri tapi tak bisa mengaji,
Sedang aku harus menngajari anak-anaku nanti.
Bagaimana aku jadi istri
Jika aku tak bisa berbagi,
Sedang nanti,,,,semua harus kubagi
Bersama anak-anak dan suami,
Bagaimana aku jadi istri
Bila aku tak sadar emosi, sedang aku
Harus menanganu dengan hati
Keluh anak-anak dan suami,
Bagaiman aku jadi istri jikaku tak punya jatidiri,
Sedang aku harus teliti dan sabar hati
Menunjukan jalan pada suami dan buah hati,
Bagaimana aku jadi istri
Bila aku kurang bisa syukuri nikmat-nikmat ilahi, sedang aku harus menaa hidup kami
Dengan banyak nikmat-Nya yang yang teerlupa disyukuri,
Bagaimana ku jadi istri
Jika aku tak mampu berpijak sendiri, sedang aku,,,berharap diteladani buah hati dan suami, nanti,
Bagaimana kujadi istri,
Jika aku tak kuasai ilmu mengukir senyum hati dan mengulumnya dengan bibir ini, sedang aku harus menjadi pelipur hati
Bagi buah hati dan suami tercinta, sampai nanti
Samapi terhenti oleh mati.
Mereka
Bijakmu indah,,,
Selalu ada hati dalam katamu,
Selalu ada moral dan pesan terselipkan
Jarang kau lontarkan
Tapi selalu,,,,berkesan
Aku rindu
Semakin jauh berjarak,
Semakin terasa,,,
Ah,,,,kapan ku bisa bersua???
Denganmu abangnda-abangnda
Dan ayunda
Ah,,, ya Tuhan,,,,
Ayahnda dan Ibunda,
Apa kabar mereka?
Adindaku??
Semoga engkau semua selalu,,,,
Dan padaku,,,
Aamiin.
Semangat pagi
Meretas jejaku dalam kabut,
Sorak sorai pancuran pagi siratkan niat terbaharui di tiap lapisan sendi
Angin, atau udara lembap sejuk pagi
Mengelus wajahku iba
Bisiskan saying yang hanya baying
Manjakanku dalam bimbang
Subuh menjelang,
Kurasakan bau inang
Kemarin telah kering, dan basah terembum pagi llengang
Panas yang beranjak ke ubun-ubun
Muntahkan peluh yang berupa,
Kesiaan atau kemenangan
Semangat pagi menyentuh hati,
Siang hari, manusiawi
Terlupa lagi
Sampai nanti pagi lagi
Tau-lah nanti,,,
Malang 17 des 2009
Ngawurrr
Hehehehe,,,
Gak terasa, aku sekarang lebih pede
Terimakasih Tuhan
Engkau berikan padaku sebuah perahu yang tak terbalik
Malah kemasukan air dan telah berhasil terkuras airnya,,,
Perahu dekong,,,
Yang kata mereka namanya “pesek”
Lucu banget namanya,,,,
Tak sadar,,,,kata mereka aku menyenangkan,,
Kau buat aku berbinarr Tuhan
Tapi,,,
Akhir-akhir ini kenapa aku kesepian???
Oh,,,ternyata
Kata mereka di-cut-
Mau ngomong menyenangkan bila tak terlihat,,,
Tapi katanya takut aku tersinggung
Dan bikin dosa,,,,
Syukur deh mereka masih tahu berasa,
Diam
Aku takut menggores luka
Dengan kata,
Menyayat jiwa dengan tak sengaja
Mungkin kau lihat dan kira
Aku sok bisa
Berkata banyak menannggapi mereka
Aku rasa,,,
Kau akan benci padaku,ya?
Karena bagimu aku sok kuasa,,,
Atau asal bicara.
Aku memang te;lah berlakon menjadi karang
Yang bertahan dalam hempasan
Aku juga bertahan,,,
Diantara air mata yang kuseka diam-diam
Bahkan aku bertahan dengan senyum
Yang kupaksa mengulum.
Tapi apa aku bila tak begitu?
Tak sempurna bila ku tak begitu!!!
Tak belajar menyesal jika begitu
Tak menyesal dengan begitu
kU harap
distinctions
Pelangi, tentang perbedaan
Setitik merah
Dan setitik biru,
Jika bersatu, maka ia akan menjadi baru
Ungu.
Jika kuning
Dan biru bersatu
Maka muncul hijau nan memukau
Jika putih
Dan hitam bersatu
Maka bersinergi membentuk damai
Jika merah,
Jika biru,
Jka kuning,
Jika jingga,
Jika ungu,
Jika semua bersatu,
Pelangi itu
Sukar hadir,
Perbedaan yang memesona
Pesona perbedaan.
Setitik merah
Dan setitik biru,
Jika bersatu, maka ia akan menjadi baru
Ungu.
Jika kuning
Dan biru bersatu
Maka muncul hijau nan memukau
Jika putih
Dan hitam bersatu
Maka bersinergi membentuk damai
Jika merah,
Jika biru,
Jka kuning,
Jika jingga,
Jika ungu,
Jika semua bersatu,
Pelangi itu
Sukar hadir,
Perbedaan yang memesona
Pesona perbedaan.
Minggu, 13 Desember 2009
dari gunung ke gunung...
ehm...
mega pagi mulai membiru, mengartikan matahari siap tuk merekah lebih indah. pagi itu senin pukul 07.05, sambil lari-lari karena terburu-buru sambil gag berhenti pula ni mulut bercaci maki ria, abisnya tiada hari tanpa telat (mau tolong ngobatin??).
sambil berat bawa packingan carrier gue, sambil diliatin orang-orang dijalan pula, dag gitu gedenya carrier bikin badan gue tenggelam gag keliat ma carrier(abis badan gue ama carriernya gedean carriernya).
nyampe disamping masjid, gue liad anak-anak udah lagi warming up bareng bos-bos(enak aja minta dipanggil bos, padahal gue gak pernah minta kerja ato kerja bareng mereka), yah gue telat lama akirnye dapet 3 set dah (busyet capek mampuz dihukum 15 push-up,15 sit-up, ma 15 skotrap) yang ada nih badan tambah lemes, udah malem-malem begadang ngerjain tugas dari mereka, eh paginya lum sarapan dikasih set(setan, tapi jadi sehat, terima kasih mbak-mbak dan mas-mas DIMPA). udah daper 3 set, gag puas dan gag tanggung-tanggung gue langsung disuruh lari muterin dome kampus gag nanggung delapan putaran tanpa berhenti (puuih,,,peluhku bercucuran, perutku menari-nari).
udah gitu, langsung disuruh ikut barisan buat lanjutin pemanasan plus baris wat di gledah carriernya. wah dapet hukum lagi gara-gara da temen yang bawa barang yang gag boleh dibawa.
masuk ruang, duduk dibarisan kedua paling pinggir pinggir, subhanalloh,,,kog gue baru liat yah ada cowok keweren disebrang tempat duduk gue(di kursi depan paling pinggir maksudnya), tak bosan dan tak jemu gue ngeliatin tuh cowok. hari senin masih ternasuk jadwal diklatsar pralapang sebelum diklatsar lapang. hari senin adalah praktek rapling alias turun tebing dengan bergelantungan, rapling prusiking alias manjat plus turun pake tali karmentel, ma latian praktek prusiking alias manjat pake tali carmentel plus tali-tali lainya yang ribed bener....
sumpah, dia gag termasuk ganteng amat,gag cool banget,gag pinter amat, gag diem amat, gag rame banget, tapi yang jelas biar gue liat wajahnya tiap menit tiap detik tetep aja gag bikin bosen. sayang kayaknya dia gag tau dan gag pernah tau,tapi gue harap dia bakal tau dan mau tau(amin,,)
setiap gue duduk, ato berdiri, ato praktek manjatpun tak mau lepas pandangan mataku wat nyapu wajahnya (emang halaman disapu??) yang damai kalo gue pantengin. gag tau kenapa, beneran cuma asik aja ngliatnya.tapi ya kog dia gag sadar-sadar kalo lagi gue liatin.
(udahan ngomongin tuh cowok, gampang nanti dilanjutin).
masuk keruang ternyata cuman buat naro carrier, dan kita langsung digiring kewall buat praktek itu tadi(rapling, prusiking, and rapling prusiking). wah,,,serunya,,,and wah,,,ribednya, mau praktek aja musti laporan mau praktek and mau pinjem alat, kalo salah satu aja sebutin nama alat, kena set dah.
praktek ternyata sampe sore, temen-temen yang udah pada praktek pada duduk-duduk sambil ngeteh disamping air mancur depan dome.(wah,,senengnya bisa deket-deket dia). ada salah satu temen yang tumbang sebelum berperang(maksudnya dia sakit,dan otomatis kagag bisa nglanjutin diklatsar lapang besok) sayang banget, padahal diklat lapang ntu yang paling penting(kata sibos). semua peserta udah selesei praktek, kita digiring lagi buat balik keruang, kita dikasih waktu ampe isya buat istirahat sholat plus maem malam. waduh,,,kompor
mega pagi mulai membiru, mengartikan matahari siap tuk merekah lebih indah. pagi itu senin pukul 07.05, sambil lari-lari karena terburu-buru sambil gag berhenti pula ni mulut bercaci maki ria, abisnya tiada hari tanpa telat (mau tolong ngobatin??).
sambil berat bawa packingan carrier gue, sambil diliatin orang-orang dijalan pula, dag gitu gedenya carrier bikin badan gue tenggelam gag keliat ma carrier(abis badan gue ama carriernya gedean carriernya).
nyampe disamping masjid, gue liad anak-anak udah lagi warming up bareng bos-bos(enak aja minta dipanggil bos, padahal gue gak pernah minta kerja ato kerja bareng mereka), yah gue telat lama akirnye dapet 3 set dah (busyet capek mampuz dihukum 15 push-up,15 sit-up, ma 15 skotrap) yang ada nih badan tambah lemes, udah malem-malem begadang ngerjain tugas dari mereka, eh paginya lum sarapan dikasih set(setan, tapi jadi sehat, terima kasih mbak-mbak dan mas-mas DIMPA). udah daper 3 set, gag puas dan gag tanggung-tanggung gue langsung disuruh lari muterin dome kampus gag nanggung delapan putaran tanpa berhenti (puuih,,,peluhku bercucuran, perutku menari-nari).
udah gitu, langsung disuruh ikut barisan buat lanjutin pemanasan plus baris wat di gledah carriernya. wah dapet hukum lagi gara-gara da temen yang bawa barang yang gag boleh dibawa.
masuk ruang, duduk dibarisan kedua paling pinggir pinggir, subhanalloh,,,kog gue baru liat yah ada cowok keweren disebrang tempat duduk gue(di kursi depan paling pinggir maksudnya), tak bosan dan tak jemu gue ngeliatin tuh cowok. hari senin masih ternasuk jadwal diklatsar pralapang sebelum diklatsar lapang. hari senin adalah praktek rapling alias turun tebing dengan bergelantungan, rapling prusiking alias manjat plus turun pake tali karmentel, ma latian praktek prusiking alias manjat pake tali carmentel plus tali-tali lainya yang ribed bener....
sumpah, dia gag termasuk ganteng amat,gag cool banget,gag pinter amat, gag diem amat, gag rame banget, tapi yang jelas biar gue liat wajahnya tiap menit tiap detik tetep aja gag bikin bosen. sayang kayaknya dia gag tau dan gag pernah tau,tapi gue harap dia bakal tau dan mau tau(amin,,)
setiap gue duduk, ato berdiri, ato praktek manjatpun tak mau lepas pandangan mataku wat nyapu wajahnya (emang halaman disapu??) yang damai kalo gue pantengin. gag tau kenapa, beneran cuma asik aja ngliatnya.tapi ya kog dia gag sadar-sadar kalo lagi gue liatin.
(udahan ngomongin tuh cowok, gampang nanti dilanjutin).
masuk keruang ternyata cuman buat naro carrier, dan kita langsung digiring kewall buat praktek itu tadi(rapling, prusiking, and rapling prusiking). wah,,,serunya,,,and wah,,,ribednya, mau praktek aja musti laporan mau praktek and mau pinjem alat, kalo salah satu aja sebutin nama alat, kena set dah.
praktek ternyata sampe sore, temen-temen yang udah pada praktek pada duduk-duduk sambil ngeteh disamping air mancur depan dome.(wah,,senengnya bisa deket-deket dia). ada salah satu temen yang tumbang sebelum berperang(maksudnya dia sakit,dan otomatis kagag bisa nglanjutin diklatsar lapang besok) sayang banget, padahal diklat lapang ntu yang paling penting(kata sibos). semua peserta udah selesei praktek, kita digiring lagi buat balik keruang, kita dikasih waktu ampe isya buat istirahat sholat plus maem malam. waduh,,,kompor
Kamis, 03 Desember 2009
Dunia k0s0ng
Huft...
Manusia semakin banyak saja,bumi yang semakin sesak ini,semakin renta pula.Ada banyak cerita bahagia,suka cita,derita,nestapa dan lainya.
Sering kita berbicara tentang kehidupan dan arti kehidupan,lalu apa yang kita dapatkan dari pembicaraan ini?Tentu saja kita dapat pandangan baru dan berpikiran baru pula dalam menyikapi pasang surut kisah hidup.Ada banyak alasan mengapa orang-orang lebih suka dengan kata bahagia,meskipun sesungguhnya kata ini tidak dapat mewakili sepenuhnya apa yang dirasakan jiwa dan ruh kita,atau sekedar jasad kita saja.
Bahagia itu indah,walau tidak tepat,tapi tetap saja kata ini dapat mewakili luapan keindahan perasaan kita.Bahagia itu terkadang masalalu,masalalu yang lagi-lagi berkenaan dengan keindahan.Bahagia yang selalu menjadi kerinduan,karena terkadang bahagia itu menjelma menjadi wujud kebersamaan.
Itu artian yang kudapatkan,lalu aku tak punya dari beberapa itu.
Manusia semakin banyak saja,bumi yang semakin sesak ini,semakin renta pula.Ada banyak cerita bahagia,suka cita,derita,nestapa dan lainya.
Sering kita berbicara tentang kehidupan dan arti kehidupan,lalu apa yang kita dapatkan dari pembicaraan ini?Tentu saja kita dapat pandangan baru dan berpikiran baru pula dalam menyikapi pasang surut kisah hidup.Ada banyak alasan mengapa orang-orang lebih suka dengan kata bahagia,meskipun sesungguhnya kata ini tidak dapat mewakili sepenuhnya apa yang dirasakan jiwa dan ruh kita,atau sekedar jasad kita saja.
Bahagia itu indah,walau tidak tepat,tapi tetap saja kata ini dapat mewakili luapan keindahan perasaan kita.Bahagia itu terkadang masalalu,masalalu yang lagi-lagi berkenaan dengan keindahan.Bahagia yang selalu menjadi kerinduan,karena terkadang bahagia itu menjelma menjadi wujud kebersamaan.
Itu artian yang kudapatkan,lalu aku tak punya dari beberapa itu.
Selasa, 01 Desember 2009
Benci
Indonesia,negri kita yang amat kaya raya.Dari segi apapun dan sudut pandang bagaimanapun,tetap takan terlepas dari bahasan kekayaan yang dimiliki.
Mulai dari kekayaan alam,lihatlah bagaimana hijau dan asrinya bumi kita dari sabang sampai marauke.Bukan hanya kekayaan yang hijau,negri kitapun kaya akan kekayaan alam dari gunung-gunung metalnya.Tak ada sejengkal tanahpun dinegri kita yang tak memiliki kandungan kekayaan.Sampai-sampai saking melimpahnya kekayaan kita,negara memberikanya secara cuma-cuma untuk amerika atau negara-negara lainya,sedangkan pribuminya cukup men0nt0n saja atau nguli saja.
Dilihat dari sumber daya manusianya,negri kita kaya dengan orang-orang bodoh(karena kebanyakan orang pintar yang ditelantarkan pemerintah,setuju?),atau orang-orang yang sok pintar yang dengan pede tampil menjanjikan perubahan-perubahan menuju kehidupan negri yang makmur padahal memang pintar(buktinya mereka mampu memakmurkan perutnya dan sanak saudaranya).
Dan dilihat dari keuangan negara,negara kita cukup kaya.Lihat saja bagaimana negara kita memfasilitasi para pejabat pemerintahnya,atau dari utangnya yang semakin menggunung karena mungkin mereka tahu kekayaan negara yang banyaknya sehingga negara mahu berhutang sedapatnya.
Negri kita cukup kaya dan bijaksana,buktinya negara telah menyediakan sekolah-sekolah alam untuk generasi mudanya(sekolah-sekolah alam yang dimaksud adalah bencana alam yang selalu melanda negri ini,sehingga mau tidak mau kita belajar dari alam saja,dan pemerintahpun nampaknya belum juga paham tentang pelajaran berharga yang mengorbankan nyawa ini.
Lihatlah ibu kota,pemerintah sangat tanggap dengan sekolah alam jakarta(banjir),buktinya mereka selalu bersiap-siap untuk penanggulangan-penanggulanganya(kenapa tak mencoba pencegahan-pencegahanya?).
Negri kita memang kaya dan bijaksana,jadi sudah sepatutnyalah kita berusaha untuk merubahnya menjadi negri yang makmur dan bermartabat.
Mulai dari kekayaan alam,lihatlah bagaimana hijau dan asrinya bumi kita dari sabang sampai marauke.Bukan hanya kekayaan yang hijau,negri kitapun kaya akan kekayaan alam dari gunung-gunung metalnya.Tak ada sejengkal tanahpun dinegri kita yang tak memiliki kandungan kekayaan.Sampai-sampai saking melimpahnya kekayaan kita,negara memberikanya secara cuma-cuma untuk amerika atau negara-negara lainya,sedangkan pribuminya cukup men0nt0n saja atau nguli saja.
Dilihat dari sumber daya manusianya,negri kita kaya dengan orang-orang bodoh(karena kebanyakan orang pintar yang ditelantarkan pemerintah,setuju?),atau orang-orang yang sok pintar yang dengan pede tampil menjanjikan perubahan-perubahan menuju kehidupan negri yang makmur padahal memang pintar(buktinya mereka mampu memakmurkan perutnya dan sanak saudaranya).
Dan dilihat dari keuangan negara,negara kita cukup kaya.Lihat saja bagaimana negara kita memfasilitasi para pejabat pemerintahnya,atau dari utangnya yang semakin menggunung karena mungkin mereka tahu kekayaan negara yang banyaknya sehingga negara mahu berhutang sedapatnya.
Negri kita cukup kaya dan bijaksana,buktinya negara telah menyediakan sekolah-sekolah alam untuk generasi mudanya(sekolah-sekolah alam yang dimaksud adalah bencana alam yang selalu melanda negri ini,sehingga mau tidak mau kita belajar dari alam saja,dan pemerintahpun nampaknya belum juga paham tentang pelajaran berharga yang mengorbankan nyawa ini.
Lihatlah ibu kota,pemerintah sangat tanggap dengan sekolah alam jakarta(banjir),buktinya mereka selalu bersiap-siap untuk penanggulangan-penanggulanganya(kenapa tak mencoba pencegahan-pencegahanya?).
Negri kita memang kaya dan bijaksana,jadi sudah sepatutnyalah kita berusaha untuk merubahnya menjadi negri yang makmur dan bermartabat.
Langganan:
Komentar (Atom)