Senin, 29 November 2010

MELUPA

seakan baru saja terhantam sumsum dibelakang kepalaku
merambat menarik ulur saraf-sarafku
limbung lunglai diriku
aku bahagia segera melupamu

menerka bayang siapa dalam gulita itu,selalu kucoba
jatuhkanku dalam nestapa, selalu
karena duka nestapa itu datang bersamaan rinduku
bukan dirimu siapa, tapi,,, aku ini siapa?

Merajutku tentang mimpi-mimpi layak merpati
tak prenah oleng selalu sehati tanpa badai sehari

cukup rasanya
terlalu lama rindu ini bergemuruh dalam dadku yang asma, olehmu.
Kecupan terakir udara
kan berarti selamanya.

PENCARIAN

aku lelah dengan pencarian ini
bisa dan maukan bumi dan semesta beredar lebih cepat
untuk mengasihi hamba ini?
Ini hayalan yang kututupi dengan mimpi
yang nyatatnya tak mungkin menyapa asli

uh,,,
biarkan aku sejenak
merasakan dan menyilakan
deburan ombak melantun ditelingaku
hembusan angin berdesir ditiap rambut ditubuhku
putaran waktu menjadi jinak karena lelahku
indahnya senja melekat dilensaku
harumnya kuntum-kuntum bunga mekar merasuki hidungku
aku bersyukur pada Tuhanku

aku kembali pada kesadaranku
hidupku tak mau usang terbuang
tak mau bahagia itu terhalang bayang-bayang kegelisahan
dan aku kembali berputar dan berotasi.

Pengikut