seakan baru saja terhantam sumsum dibelakang kepalaku
merambat menarik ulur saraf-sarafku
limbung lunglai diriku
aku bahagia segera melupamu
menerka bayang siapa dalam gulita itu,selalu kucoba
jatuhkanku dalam nestapa, selalu
karena duka nestapa itu datang bersamaan rinduku
bukan dirimu siapa, tapi,,, aku ini siapa?
Merajutku tentang mimpi-mimpi layak merpati
tak prenah oleng selalu sehati tanpa badai sehari
cukup rasanya
terlalu lama rindu ini bergemuruh dalam dadku yang asma, olehmu.
Kecupan terakir udara
kan berarti selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
make my words correct and nice to read by comment my words. please suggest me to do something for my progress.thank you mates... ^^