Rabu, 23 Desember 2009

hati

Syeitan

Jika ditanya,,
“Siapa pembuat syair terindah?”
Maka jawablah “syeitan” dalam sholat, ia raj apujangga

Jika ditanya,,
“Siapa yang tajam ingatanya?”
Syeitan pula

Jika ditanya,,
“siapa yang pandai berkhayal?”
Syeitan, Lagi

Jika ditanya,,
“siapa yang paling dekat dengan kita?”
Syeitan,dan jangan Lagi!!!

Jika ditanya,,
“siapa yang paling sering dengan kita?”
Siapa???

Jika ditanya,,
“siapa musuh kamu dan kita dan nyata?”
Maka syeitanlah faktanya.


MeMEndaM RaNjau

Ketika kulihat kau semakin kuat dibalik bentengmu,
Hatiku naik pitam, merah berkobar

Aku pikirkan tentang strategi.
Ranjau,,,
Kata pertama kudapat untuk lumpuhkanmu

Kutimbun ranjau-ranjau,,
Berharap kau kan injakan
Salah satu saja, atau semua lebih kusuka

Cerdik, picik, atau sadis?
Kau mamp hindari ranjauku,
Aku gelisah, gundah, hatiku marah,,
Dan mendesah nafasku.
Bukan kau yang salah, meninggalkanku dalam kalah,

Aku rindu, rindu yang tak berpalang,
Dan terjadi,,,
Ranjau-ranjauku meledak dalam hatiku
Dan matikan rasaku padamu.


Cintamu
Jiwaku berjalan dengan baying,
Menyamun cintamu
Menenggelamkanya dalam hatiku
Mengupayakanya tak timbul lagi

Kau peluk jiwa ini
Kemudian ciumi nafasku, hanngat
Kau bersandar dalam remangku, mencari damai
Dengan bersama tutup mata
Atau hadapkanya pada langit malam,,,
Lagi-lagi aku mau ini terjadi lagi

Sebentar kuanggap ini menyiksa
Saat rinduku
Tak kau obati,
Sungguh kunikmati sakit ini
Karena sudah kutahu
Akan ada bersama lagi
Yang lebih indah…
Love you so much…
my husband…???




Jadi istri

Bagaimana aku nanti saat menjadi istri,
Bilaku tak piawai membuat api
Dari pemantik ini,,,
Sedang aku harus membuatnya setiap hari.

Bagaimana sepak terjangku nanti
Saatku adalah istri tapi tak bisa mengaji,
Sedang aku harus menngajari anak-anaku nanti.

Bagaimana aku jadi istri
Jika aku tak bisa berbagi,
Sedang nanti,,,,semua harus kubagi
Bersama anak-anak dan suami,

Bagaimana aku jadi istri
Bila aku tak sadar emosi, sedang aku
Harus menanganu dengan hati
Keluh anak-anak dan suami,

Bagaiman aku jadi istri jikaku tak punya jatidiri,
Sedang aku harus teliti dan sabar hati
Menunjukan jalan pada suami dan buah hati,

Bagaimana aku jadi istri
Bila aku kurang bisa syukuri nikmat-nikmat ilahi, sedang aku harus menaa hidup kami
Dengan banyak nikmat-Nya yang yang teerlupa disyukuri,

Bagaimana ku jadi istri
Jika aku tak mampu berpijak sendiri, sedang aku,,,berharap diteladani buah hati dan suami, nanti,

Bagaimana kujadi istri,
Jika aku tak kuasai ilmu mengukir senyum hati dan mengulumnya dengan bibir ini, sedang aku harus menjadi pelipur hati
Bagi buah hati dan suami tercinta, sampai nanti
Samapi terhenti oleh mati.
Mereka
Bijakmu indah,,,
Selalu ada hati dalam katamu,
Selalu ada moral dan pesan terselipkan

Jarang kau lontarkan
Tapi selalu,,,,berkesan
Aku rindu
Semakin jauh berjarak,
Semakin terasa,,,

Ah,,,,kapan ku bisa bersua???
Denganmu abangnda-abangnda
Dan ayunda

Ah,,, ya Tuhan,,,,
Ayahnda dan Ibunda,
Apa kabar mereka?
Adindaku??
Semoga engkau semua selalu,,,,
Dan padaku,,,
Aamiin.



Semangat pagi


Meretas jejaku dalam kabut,
Sorak sorai pancuran pagi siratkan niat terbaharui di tiap lapisan sendi

Angin, atau udara lembap sejuk pagi
Mengelus wajahku iba
Bisiskan saying yang hanya baying
Manjakanku dalam bimbang

Subuh menjelang,
Kurasakan bau inang
Kemarin telah kering, dan basah terembum pagi llengang

Panas yang beranjak ke ubun-ubun
Muntahkan peluh yang berupa,
Kesiaan atau kemenangan

Semangat pagi menyentuh hati,
Siang hari, manusiawi
Terlupa lagi
Sampai nanti pagi lagi
Tau-lah nanti,,,
Malang 17 des 2009


Ngawurrr

Hehehehe,,,
Gak terasa, aku sekarang lebih pede
Terimakasih Tuhan
Engkau berikan padaku sebuah perahu yang tak terbalik
Malah kemasukan air dan telah berhasil terkuras airnya,,,
Perahu dekong,,,
Yang kata mereka namanya “pesek”
Lucu banget namanya,,,,

Tak sadar,,,,kata mereka aku menyenangkan,,
Kau buat aku berbinarr Tuhan
Tapi,,,
Akhir-akhir ini kenapa aku kesepian???
Oh,,,ternyata
Kata mereka di-cut-
Mau ngomong menyenangkan bila tak terlihat,,,
Tapi katanya takut aku tersinggung
Dan bikin dosa,,,,
Syukur deh mereka masih tahu berasa,


Diam

Aku takut menggores luka
Dengan kata,
Menyayat jiwa dengan tak sengaja

Mungkin kau lihat dan kira
Aku sok bisa
Berkata banyak menannggapi mereka
Aku rasa,,,
Kau akan benci padaku,ya?
Karena bagimu aku sok kuasa,,,
Atau asal bicara.

Aku memang te;lah berlakon menjadi karang
Yang bertahan dalam hempasan
Aku juga bertahan,,,
Diantara air mata yang kuseka diam-diam
Bahkan aku bertahan dengan senyum
Yang kupaksa mengulum.

Tapi apa aku bila tak begitu?
Tak sempurna bila ku tak begitu!!!
Tak belajar menyesal jika begitu
Tak menyesal dengan begitu
kU harap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

make my words correct and nice to read by comment my words. please suggest me to do something for my progress.thank you mates... ^^

Pengikut